Emirsyah Satar Mantan Dirut Garuda Tinggalkan Rumah Usai jadi Tersangka

Rumah milik Emirsyah Satar, mantan Direktur Utama PT Garuda Indonesia yang tersangkut kasus dugaan suap Rp 20 miliar

Emirsyah Satar Mantan Dirut Garuda Tinggalkan Rumah Usai jadi Tersangka
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Mantan Direktur Utama PT Garuda Indonesia, Emirsyah Satar meninggalkan gedung KPK usai menjalani pemeriksaan di Jakarta, Kamis (11/1/2018). Emirsyah diperiksa sebagai tersangka terkait dugaan suap pengadaan pesawat dan mesin pesawat dari Airbus S.A.S dan Rolls-Royce P.L.C pada PT. Garuda Indonesia. TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN 

TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA - Sebuah papan pengumuman berlogo KPK dan bertuliskan "Telah Disita" terpampang di depan rumah megah di Jalan Pinang Merah II, Pondok Indah, Jakarta Selatan, Sabtu (31/3).

Rumah tersebut merupakan milik Emirsyah Satar, mantan Direktur Utama PT Garuda Indonesia yang tersangkut kasus dugaan penerima suap lebih Rp 20 miliar dalam pengadaan mesin Rolls-Royce dan pesawat Airbus untuk Garuda Indonesia pada 2004-2015.

Seorang tetangga yang enggan disebutkan namanya menceritakan, Emirsyah dan keluarga telah meninggalkan rumah tersebut jauh hari sebelum rumah tersebut disita oleh pihak KPK. Emirsyah mengosongkan rumah tersebut setahun lalu atau tidak lama setelah ditetapkan sebagai tersangka pada Januari 2017.

Mantan Direktur Utama PT Garuda Indonesia, Emirsyah Satar meninggalkan gedung KPK usai menjalani pemeriksaan di Jakarta, Kamis (11/1/2018). Emirsyah diperiksa sebagai tersangka terkait dugaan suap pengadaan pesawat dan mesin pesawat dari Airbus S.A.S dan Rolls-Royce P.L.C pada PT. Garuda Indonesia. TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Mantan Direktur Utama PT Garuda Indonesia, Emirsyah Satar meninggalkan gedung KPK usai menjalani pemeriksaan di Jakarta, Kamis (11/1/2018). Emirsyah diperiksa sebagai tersangka terkait dugaan suap pengadaan pesawat dan mesin pesawat dari Airbus S.A.S dan Rolls-Royce P.L.C pada PT. Garuda Indonesia. TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN (TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN)

"Dari tahun lalu sudah tidak ada orang di dalam rumah ini. Sejak Pak Emir masalah dengan KPK itu lah sudah jarang orangnya yang terlihat," ujar seorang tetangga yang enggan disebutkan namanya di lokasi.

Rumah dengan dua lantai dengan balkon itu tampak masih apik dari luar. Warna cokelat mendominasi dinding rumah. Sebuah papan pengumuman penyitaan KPK bertuliskan atas nama tersangka Emirsyah Satar terpampang di samping tiang bendera di depan rumah.
Terlihat pula dua unit sepeda motor di bagian garasi. Namun, tak seorang pun muncul dari dalam rumah setelah awak Tribun memencet bel.

Pria paruh baya yang sejak bertetangga dengan Emirsyah. Sepengetahuannya, rumah tersebut dibeli oleh Emirsyah dari penyanyi, Iis Sugianto, pada 2012. Namun, ia tidak mengetahui pasti berapa nilai jual beli rumah tersebut pada saat itu.

"Setelah beli itu, ya Pak Emir sama keluarga di sini memang tinggalnya," kata dia.

Ia menambahkan, rumah tidak lagi ditempati setelah Emirsyah berurusan dengan KPK tahun lalu atas dugaan kasus menerima suap dari perusahaan Rolls Royce. Hanya ada satu hingga dua orang yang berjaga sekaligus menempati rumah tersebut.

KPK menetapkan mantan Dirut PT Garuda Indonesia, Emirsyah Satar, sejak Januari 2017.

Mantan orang nomor satu maskapai penerbangan plat merah itu disangkakan menerima suap dari tersangka Beneficial Owner Connaught Intenational Pte Ltd, sekaligus pendiri Mugi Rekso Abadi (MRA), Soetikno Soedarjo, terkait pengadaan mesin Rolls-Royce dan pesawat Airbus A330-300 untuk Garuda Indonesia pada 2004-2015.

Halaman
123
Editor: iswidodo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved