Keluarga Korban Kejahatan Anak Nilai UU Perlindungan Anak Tak Adil, Ini Alasannya

Dari data yang dihimpun Tribun Jateng, dua anak terlibat pembunuhan sopir taksi online.Satu anak lainnya menjadi otak pembunuhan di Ngaliyan.

Keluarga Korban Kejahatan Anak Nilai UU Perlindungan Anak Tak Adil, Ini Alasannya
KOMPAS.com/Achmad Faizal
Ilustrasi 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Dalam tiga bulan, tiga anak berusia di bawah 18 tahun terlibat pembunuhan berencana di Kota Semarang.

Dari data yang dihimpun Tribun Jateng, dua anak terlibat pembunuhan sopir taksi online.Satu anak lainnya menjadi otak pembunuhan ibu rumah tangga di Ngaliyan.

Hal itu cukup mengejutkan karena kejadiannya dua peristiwa tindak kejahatan yang dilakukan oleh anak usia remaja itu jedanya tak begitu lama. Apalagi, tahun-tahun sebelumnya kenakalan anak remaja di Kota Semarang tidak senekat itu.

Data yang dihimpun dari unit PPA Satreskrim Polrestabes Semarang menunjukan bahwa tahun 2016 tujuh tersangka anak yang ditangani. Di tahun berikutnya jumlahnya menurun hingga hanya menjadi empat orang.

Meski demikian, jenis perkara yang dilakukan tersangka tersebut tidak ada yang melakukan tindak pidana pembunuhan yang terencana. Tindak pidana yang disangkakan hanyalah kekerasan, pencurian, penganiayaan, hingga persetubuhan anak.

Saat ini ketiga pelaku pembunuhan yang masih berusia di bawah umur itu sudah menerima putusan. Mereka ada yang diputus 10 tahun dan sembilan tahun.

Meski itu merupakan hukuman maksimal, namun putusan itu tidak membuat keluarga korban puas. 10 Tahun dinilai masih kurang adil bila dibandingkan dengan tindakan keji yang mereka lakukan.

Ridal Agus Prabowo, salah satu suami korban pembunuhan yang dilakukan anak di bawah umur adalah salah satu yang menyatakan putusan tersebut tidak adil bagi keluarga korban.

"Walaupun masih anak-anak tapi cara mereka merencanakan pembunuhan itu bukanlah pemikiran yang dimiliki seorang anak," tegas Ridal saat ditemui beberapa waktu lalu.

Ia berharap setidaknya ada putusan yang lebih berat. Meskipun nantinya ada langkah yang bisa ditempuh untuk meringankan hukuman, Ridal juga tidak mempermasalahkan.

Halaman
12
Editor: Catur waskito Edy
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved