Wali Kota Semarang Dorong Pertumbuhan Ekonomi Baru

Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi meminta masyarakat Tembalang untuk menjaga kondisi wilayahnya.

Wali Kota Semarang Dorong Pertumbuhan Ekonomi Baru
ISTIMEWA
Walikota saat berinteraksi dengan warga usai jalan sehat di Kelurahan Tembalang, Rabu (5/4). 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi meminta masyarakat Tembalang untuk menjaga kondisi wilayahnya.

Sebab menurutnya Tembalang merupakan salah satu pintu gerbang kota Semarang.

Hal itu diungkapkan Hendi sapaan akrab Walikota saat berinteraksi dengan warga usai jalan sehat di Kelurahan Tembalang, Rabu (5/4).

Separuh Kelurahan Tembalang merupakan wilayah Universitas Diponegoro.

“Sebanyak kurang lebih 50.000 mahasiswa Undip yang sebagian berasal dari luar Kota Semarang menjajakan uangnya di Tembalang. Seperti kuliah, kos, makan, laundry, bahkan nongkrong di café tentu terjadi perputaran uang di Semarang,” ujarnya.

Untuk itu masyarakat Tembalang sebagai tuan rumah diminta untuk mampu mengelola wilayahnya.

“Rawat kampung tematik ini dengan baik. Mahasiswa dari luar kota itu menjadi corong bagi daerahnya. Ketika mereka dilayani dengan baik, diajak berpartisipasi untuk kerja bakti, dan akhirnya terkesan dengan kota Semarang tentu akan diceritakan kepada keluarganya.

Ketika berkunjung ke Semarang mereka akan menginap di hotel Semarang, makan di tempat makan di Semarang, bahkan berwisata di Semarang,” tambah Walikota.

Ujung-ujungnya, sambung Walikota, akan terjadi perputaran ekonomi di Tembalang dan yang merasakan tentu masyarakat Tembalang.

“Maka buka pikiran kita. Jika ada peluang seperti itu, manfaatkan. Sekarang waktunya untuk kompak dan bergandeng tangan. Konsep kepemimpinan Hendi dan Ita itu ibarat mobil yang harapannya bisa berjalan kencang karena memiliki roda yang diibaratkan sebagai kekuatan kita yaitu dari pemerintah, pengusaha, penduduka, akademisi dan pewarta,” imbuhnya.

Menurutnya media memiliki peranan yang besar untuk menginformasikan hal-hal yang tejadi di Semarang untuk menjual Kota Semarang.

“Begitu juga dengan masyarakat. Jangan ego sektoral. Mari bersama-sama tarik banyak orang ke Semarang untuk berinvestasi, berwisata, memperoleh pendidikan, berbelanja di kota Semarang efek dominonya perekonomian semakin meningkat,” pungkasnya.(*)

Penulis: m zaenal arifin
Editor: galih permadi
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved