Pilgub Jateng

Ganjar: Kalau Ada yang Bisa Mengatasi Rob, Suruh Ketemu Saya

Puluhan anggota berbagai komunitas berkumpul di Padhepokan Karawitan Puspo Bendhe Adiluhung, Desa Getas Pejaten Kudus

Ganjar: Kalau Ada yang Bisa Mengatasi Rob, Suruh Ketemu Saya
tribunjateng/daniel ari purnomo
Puluhan anggota berbagai komunitas berkumpul di Padhepokan Karawitan Puspo Bendhe Adiluhung, Desa Getas Pejaten RT 6 RW 2, Kecamatan Jati, Kabupaten Kudus, Kamis (5/4/2018) malam. 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Daniel Ari Purnomo

TRIBUNJATENG.COM, KUDUS - Puluhan anggota berbagai komunitas berkumpul di Padhepokan Karawitan Puspo Bendhe Adiluhung, Desa Getas Pejaten RT 6 RW 2, Kecamatan Jati, Kabupaten Kudus, Kamis (5/4/2018) malam.

Mereka menghadiri Jagong Gayeng bersama Ganjar Pranowo. Acara itu digelar Sekretariat Nasional Jaringan Organinasi dan Komunitas Warga Indonesia (Seknas Jokowi) Kabupaten Kudus.

Calon Gubernur Jateng nomor urut 1 itu memulai dialog, sekaligus membuka sesi tanya jawab.

Anggota Komunitas Mancing Mania Kudus, Johan Pale Pale menanyakan cara pemerintah mengatasi banjir dan rob di wilayah Jawa Tengah, khususnya Semarang Raya.

Banjir Rob
Banjir Rob (akhtur gumilang)

"Genuk (Semarang) itu pak, parah. Demak juga. Pripun carane menghilangkan rob?" tanya Johan.

Ganjar berujar permasalahan rob di Jateng pernah menarik perhatian Perdana Menteri Belanda, Mark Rutte.

Kala itu, Mark berkunjung di Kota Semarang untuk membahas sejumlah kerjasama, salah satunya penanganan rob, sekitar bulan November 2016.

"Rob itu permasalahan pertama disebabkan bumine ambles, mas. Mergone apa? Jarene ilmune wong Londo, air tanah banyak diambil tanpa izin. Di Semarang sudah ada Perda itu, tapi orangnnya ndendeng," jelas Ganjar.

Lagi-lagi ada truk terperosok di kawasan Jalan Raya Kaligawe KM 5, Genuk, Kota Semarang, pada Jumat (23/2/2018) yang timbulkan kemacetan panjang hingga malam
Lagi-lagi ada truk terperosok di kawasan Jalan Raya Kaligawe KM 5, Genuk, Kota Semarang, pada Jumat (23/2/2018) yang timbulkan kemacetan panjang hingga malam (tribunjateng/Akhtur Gumilang)

Permasalahan kedua, Ganjar menyebut beban di atas tanah terlalu berat.

Dia bercerita pernah mengunjungi daerah Tambaklorok. Banyak rumah warga terendam air rob. Ganjar pun melalukan pendekatan, agar warga berkenan pindah.

"Saya minta agar warga mau pindah itu sampai rambut saya ubanan. Area itu tidak cocok untuk tempat tinggal. Maksud saya, warga di situ saya pindahkan ke tempat lebih nyaman dan layak, tetapi mereka menolak," beber dia.

Ganjar mengatakan solusi pencegahan rob secara organik atau melalui penanaman bakau yang diusulkan ilmuwan Belanda pun belum mampu mengatasi rob.

"Semarang Raya termasuk Tegal, Pekalongan, Brebes, ternyata ada daerah yang lembek sehingga rentan rob. Jadi, kalau ada yang bisa mengatasi rob, suruh ketemu saya. Saya sudah belajar sampai ke Belanda, tetapi belum ketemu caranya," katanya.

Ganjar berujar akan membangun tol Semarang-Demak. Gunanya meminimalisasi kemacetan wilayah Semarang-Demak yang terimbas rob. (*)

Penulis: Daniel Ari Purnomo
Editor: iswidodo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved