Breaking News:

Jelang Putusan Gugatan, Kuasa Hukum Anin‎: Bukti dan Saksi Ahli SMAN 1 Semarang Tak Layak

Rencananya, putusan akhir dari gugatan tersebut akan dilaksanakan pada Kamis (5/4) esok.

hesty imaniar
Sidang Anin 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Yayan Isro' Roziki

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Sidang gugatan di PTUN Semarang yang dilayangkan tim kuasa hukum Anin (AN), siswi SMAN 1 Semarang‎ terhadap putusan sekolah yang mengembalikannya kepada orangtua, mendekati babak akhir.

Rencananya, putusan akhir dari gugatan tersebut akan dilaksanakan pada Kamis (5/4) esok.

‎Sebelumnya, Selasa (3/4) kemarin, sidang mengagendakan kesimpulan.

Dalam sesi sidang kesimpulan itu, tim kuasa hukum AN mengungkapkan kejanggalan-kejanggalan atas bukti dan saksi ahli yang diajukan oleh tergugat.

Anggota tim kuasa hukum AN, Atatin, mengatakan lantaran berbagai kejanggalan itu, maka keterangan dari saksi ahli yang diajukan harus diabaikan.

Sebab, Pratama Herry Herlambang, sebagaai saksi ahli yang diajukan sama sekali tak memenuhi kriteria.

"Kami mempelajari pendapat dari seorang teoritikus hukum teknologi terkemuka, Debra Shinder (2010) yang menyatakan bahwa saksi ahli harus memenuhi beberapa faktor dan kriteria, antara lain publikasi artikel, buku atau publikasi lainnya dan bisa juga sebagai reviewer.

Ini akan menjadi salah satu pendukung bahwa saksi ahli mempunyai pengalaman jangka panjang. Namun saksi ahli yang dihadirkan oleh tergugat hanya menunjukkan surat tugas dan tidak menyertakan sertifikasi keahliannya atau minimal berpengalaman dalam bidangnya selama 10 tahun," kata dia, melalui keterangan tertulis yang diterima Tribun Jateng, Rabu (4/4).

Di samping itu, sambung dia, ‎beberapa bukti dokumen elektronik yang diajukan tergugat juga tak layak digunakan.

Halaman
12
Penulis: yayan isro roziki
Editor: galih permadi
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved