Selasa, 14 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Ribuan Warga Geruduk Kantor DPRD Pati Tuntut Normalisasi Sungai Juwana

Ribuan warga geruduk DPRD Pati, Kamis (5/4/2018) menuntut pemerintah agar segera melakukan normalisasi Sungai Juwana.

Penulis: Rifqi Gozali | Editor: iswidodo
tribunjateng/Rifqi Gozali
Ribuan warga geruduk Kantor DPRD Pati, Kamis (5/4/2018). Mereka menuntut pemerintah agar segera melakukan normalisasi Sungai Juwana. 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Rifqi Gozali

TRIBUNJATENG.COM, PATI - Ribuan warga geruduk Kantor DPRD Pati, Kamis (5/4/2018).
Mereka menuntut pemerintah agar segera melakukan normalisasi Sungai Juwana.

Peserta aksi yang notabene datang dari Kecamatan Sukolilo, Kayen, Tambakromo, dan Gabus notabene meruoakan wilayah Pati bagian selatan.

Mereka membawa sejumlah poster yang berisi keluhan akibat banjir yang acap kali menerjang wilayah pertanian mereka.

"Keinginan kami sederhana, hanya ingin Sungai Juwana dinormalisasi agar banjir tidak kembali melanda Pati kidul," tutur Ahmadi, orator pada aksi tersebut.

Dia meminta kepada Bupati Pati serta DPRD agar menyampaikan aspirasi mereka kepada Presiden Joko Widodo. Harapan mereka, paling lambat pada tahun 2019 Sungai Juwana sudah dinormalisasi.

Dia berujar, sedikitnya ada 38 desa yang lahan pertaniannya selalu terendam banjir langganan. Hal itu ditengarai adanya pendangkalan dan penyemptian Sungai Juwana.

Saat hendak panen pada musim hujan, petani harus melawan rasa gelisahnya. Ancaman banjir selalu menghantui mereka.

Jika sudah terlanjur terjadi banjir, tidak lantas surut. Hal itu membuat petani yang akan menaman padi menjadi terhambat.

"Setiap tahun petani di Pati selatan mengalami kerugian mencapai Rp 800 miliar akibat banjir," katanya.

Mereka juga meminta agar ada penertiban bagi kapal besar yang ditambatkan di Sungai Juwana. Pasalnya, kapal uang ditambatkan itu bisa menghambat aliran sungai.

"Tanpa dukungan petani, program swasembada pangan di Tanah Air tidak akan berhasil," tandasnya.

Bahkan, peserta aksi mengancam akan boikot Pemilu 2019 jika tuntutannya tidak dikabulkan.

Menanggapi hal tersebut, Ali Badrudin Ketua DPRD Pati berujar, pohaknya telah membahasnya dalam audiensi yang dilakukan bersama perwakilan peserta aksi, Bupati Pati, dan dari Balai Besar Wilayah Sungai Pemali-Juwana. Dalam audiensi tersebut, mereka sepakat mendorong pemeintah pusat agar mengalokasikan anggaran untuk normalisasi Sungai Juwana yang panjangnya mencapai 60 kilometer.

"Petani sudah bosan dengan kondisi seperti ini (ancaman banjir)," kata Ali.
Dia menambahkan, alokasi anggaran yang dibutuhkan untuk normalisasi Sungai Juwana mencapai hampir Rp 1 triliun. Namun jika tidak bisa secara langsung, notmalisasi bisa dilakukan secara bertahap. (*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved