Sempat Hilang Jumat Malam, Wasis Ditemukan Meninggal di Sungai Pulosari

Warga Desa Somawangi Kecamatan Mandiraja, Kabupaten Banjarnegara, dikejutkan dengan penemuan mayat di sungai Pulosari.

Sempat Hilang Jumat Malam, Wasis Ditemukan Meninggal di Sungai Pulosari
Tim SAR melakukan evakuasi korban tenggelam di embung Desa Tegaldowo, Kecamatan Gunem, Rembang. 

Laporan Wartawan Tribun Jateng Khoirul Muzakki

TRIBUNJATENG.COM, BANJARNEGARA - Warga Desa Somawangi Kecamatan Mandiraja, Kabupaten Banjarnegara, dikejutkan dengan penemuan mayat di sungai Pulosari.

Warga mudah mengidentifikasi mayat itu lantaran korban merupakan penduduk setempat, Wasis (45), warga Desa Somawangi Rt 02 Rw 07 Kecamatan Mandiraja.

Korban ternyata sempat hilang sebelumnya. Dia diperkirakan pergi meninggalkan rumah pada Jumat malam (6/4/2018).

Sabtu (7/4/2018) pagi tadi, ia ditemukan warga sudah dalam keadaan meninggal dunia di Sungai Pulosari. Warga melaporkannya ke perangkat desa yang selanjut ya ditangani oleh pihak Polsek dan Puskesmas Mandiraja.

Sebelumnya, peristiwa kecelakaan laut juga terjadi di aliran sungai Serayu, Kamis (5/4/2018).

Trianto bin Hadiono (10), warga Purbayasa rt 2 rw 10 Desa pucang Kecamatan Bawang hingga kini belum ditemukan keberadaannya hingga hari ketiga ini. Pencarian dengan menyusuri aliran sungai Serayu dan penyusuran darat masih belum membuahkan hasil.

Sebelum kejadian, Trianto beserta empat temannya sempat bermain dan berenang di sungai Serayu Pucang, Kamis (5/4/2018),

Korban saat itu beserta seorang rekannya, Satrio berenang ke tengah sungai. Nahas bagi dua bocah itu. Keduanya diduga kelelahan saat berenang hingga tenggelam.

Febri hendak menolong kedua temannya itu namun justru hampir ikut tenggelam karena dipegangi dan tertarik oleh korban.

Febri akhirnya berhasil melepaskan diri dan menepi ke darat.

Sementara Satrio berhasil diselamatkan oleh nelayan yang belum diketahui identitasnya.

Nahas bagi Triyanto, ia tidak berhasil diselamatkan dan hanyut terbawa arus.

"Pencarian korban di hari ke 3 masih dengan metode yang sama, yaitu penyusuran darat dan air dari lokasi kejadian,"kata Kepala BPBD Banjarnegara Arif Rachman, Sabtu (7/4/2018).

Penulis: khoirul muzaki
Editor: m nur huda
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved