Kejahatan di Jalan

Jika Jadi Korban Perampasan atau Jambret, Lakukan Langkah-langkah Ini

Apabila menjadi korban perampasan atau jambret, ada beberapa hal yang bisa dilakukan untuk mengatasinya.

Penulis: Akhtur Gumilang | Editor: iswidodo
tribunjateng/bram
Ilustrasi korban jambret dan kekerasan di jalan raya 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Akhtur Gumilang

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Apabila menjadi korban perampasan atau jambret, ada beberapa hal yang bisa dilakukan untuk mengatasinya.

Dalam hal ini, Wakapolrestabes Semarang AKBP Enriko Silalahi sedikit memberikan tips untuk mengatasi saat menjadi korban penjambretan ataupun perampasan.

Pertama, sebisa mungkin sang korban memberikan perlawanan meskipun dilanda rasa takut.

"Perlawanan itu bisa seperti berteriak agar memberi sinyal kepada warga lainnya. Itu khusus untuk korban perempuan, terutama," kata AKBP Enriko kepada Tribunjateng.com, beberapa waktu lalu.

Kedua, jika tak sempat memberikan perlawanan, sebisa mungkin untuk menghafal ciri-ciri dan pakaian yang dikenakan oleh pelaku.

Wakapolrestabes Semarang AKBP Enriko Silalahi tunjukkan pelaku perampasan yang malang melintang di Jateng dan DIY, Jumat 6 April 2018
Wakapolrestabes Semarang AKBP Enriko Silalahi tunjukkan pelaku perampasan yang malang melintang di Jateng dan DIY, Jumat 6 April 2018 (tribunjateng/Akhtur Gumilang)

Menurut Enriko, hal ini sangat penting dilakukan oleh sang korban agar dapat membantu pihak kepolisian.

Sebab dengan menghafali ciri-ciri perawakan sang pelaku, pihak kepolisian dapat melakukan pelacakan.

"Hapali sebisa mungkin ciri-ciri pelaku. Bahkan kaau bisa, kendaraan dan pakaian yang dipakai pelaku juga hapal. Jadi, saat melapor ke polisi bisa dilacak sesegera mungkin," tambahnya.

Enriko pun membuktikan beberapa kasus perampasan yang berhasil diungkap berkat laporan detail dari korban.

Seperti kasus perampasan atas tersangka Erwin dan Amir yang dirilis oleh Polrestabes Semarang pada Kamis (5/4/2018) kemarin.

Kemudian penangkapan atas tersangka Tri Kustianto dan Devi Kurniawan oleh jajaran Polsek Gajahmungkur pada 29 Maret 2018 lalu.

"Itu semua berkat laporan masyarakat karena telah mengadu secara detail ciri-ciri perawakan pelaku. Semoga masyarakat luas bisa berlaku begitu juga saat menjadi korban," ucapnya. (*)

Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved