Obat Tradisional Tidak Boleh Mengandung Bahan Kimia, Begini Cara Mengeceknya

masyarakat agar memeriksa terlebih dahulu sebelum memakai sebuah obat, terlebih jenis tradisional.

Obat Tradisional Tidak Boleh Mengandung Bahan Kimia, Begini Cara Mengeceknya
tribunjateng/Akhtur Gumilang
Kepala BPOM Kota Semarang Endang Pudjiwati tunjukkan jamu ilegal sitaan, Selasa 10 April 2018 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Akhtur Gumilang

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Balai Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Kota Semarang menghimbau kepada masyarakat agar memeriksa terlebih dahulu sebelum memakai sebuah obat, terlebih jenis tradisional.

Pasalnya, BPOM Semarang telah menyita ribuan jamu atau obat tradisional ilegal yang sangat membahayakan masyarakat di Kabupeten Tegal, pada Selasa (10/4/2018) kemarin.

Kepala BPOM Kota Semarang, Endang Pudjiwati menegaskan bahwa sebuah obat tradisional tidak boleh mengandung bahan kimia sehingga dapat terkategori ilegal.

"Obat tradisional itu harus memakai bahan-bahan atau ekstrak alami. Bisa berupa buah, tanaman, dan bahkan zat hewani seperti daging. Kalo tidak memakai itu, namanya ilegal," tegas Endang kepada Tribunjateng.com, Rabu (11/4/2018).

Dalam hal ini, ia juga memberitahu cara mudah memeriksa sebuah produk, apakah itu aman atau tidak dengan aplikasi bernama "Cek Klik BPOM".

Kata Endang, pastikan obat tradisional yang digunakan memiliki izin edar dari BPOM dengan tercantum nomer regestrasi TR/TI/TL.

"Diikuti sembilan digit angka. Masukan nomer regestrasinya di aplikasi tersebut. Jika tidak tersedia, berarti itu ilegal alias tidak aman. Sekarang ini, banyak produk yang memakai izin edar dan nomer registrasi palsu," lanjut Endang.

Menurutnya, aplikasi itu sudah tersedia di google playstore sehingga dapat digunakan secara umum.

Lebih jauh lagi, Endang juga tak menampik bahwa banyak produk yang bagus dan bermanfaat di pasaran meski belum terdaftar.

Ia mencontoh seperti produk-produk hasil Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) kreatif dan sejenisnya.

"Banyak juga produk-produk bagus yang belum terdaftar. Maka dari itu, biasanya kami beri waktu kepada para produsen atau pelaku usaha untuk mengurus izin edar dan nomer registrasi ke BPOM setempat," imbuhnya.(*)

Penulis: Akhtur Gumilang
Editor: galih permadi
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved