Sungai Pekalongan Tercemar, KPKL Sarankan Pakai Pewarna Alami
Komunitas Peduli Kali Lohji (KPKL) lakukan koordinasi dengan Pemkab dan Pemkot Pekalongan.
Penulis: budi susanto | Editor: galih permadi
Laporan Wartawan Tribun Jateng, Budi Susanto
TRIBUNJATENG.COM, PEKALONGAN - Prihatin akan wajah sungai Kota Pekalongan yang semakin tercemar Komunitas Peduli Kali Lohji (KPKL) lakukan koordinasi dengan Pemkab dan Pemkot Pekalongan.
Dengan koordinasi tersebut diharapkan bisa mengubah wajah sungai yang semula keruh karena pencemaran limbah pewarna kain menjadi bersih.
Diterangkan Titik Nuraini Ketua KPKL permasalah pencemaran sungai harus ditangai bersama baik dari Pemkab maupun Pemkot.
"Karena permasalahan pencemaran sungai harus ditangani dari hilir ke hulu, jadi peran pemerintah baik kabupaten ataupun kota diperlukan," ujarnya, Rabu (11/4/2018).
Untuk itu pihaknya bersama pemerintah kabupaten menggagas penggantian pewarna kimia dengan pewarna alami.
"Tahap awal kami melakukan koordinasi dengan Pemkab Pekalongan dan menyarankan mencari pengganti pewarna kain dengan bahan alami, kami sudah berkunjung ke Yogyakarta untuk bertukar pikiran," paparnya.
Adapun nantinya pihak KPKL akan memberikan saran kepada pemerintah dengan temuan yang sudah dipelajari dari Yogyakarta.
"Kami diinstruksikan untuk mencari pengganti pewarna dari tumbuh-tumbuhan dan menemukan 10 jenis tumbuhan," imbuhnya.
Namun Titik belum bisa menerangkan jenis tumbuhan tersebut karena masih dalam penelitian.
"Dengan adanya dukungan kami berharap Pekalongan lebih baik, dan bisa merubah wajah sungai yang selama ini tercemar, karena ada tiga yang bisa merubah wajah sungai selain patuh terhadap Preda dan kesadaran pengusaha akan lingkungan, bahan baku yang digunakan untuk pewarna kain dangat berperan dalam merubah wajah sungai di Pekalongan," timpalnya.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/kondisi-kali-lohji-yang-berair-keruh-rabu-1142018_20180411_192137.jpg)