Unik! Ki Djoko Sutedjo, Seniman Lukis dari Boyolali Gunakan Media Kulit Padi
Ki Djoko Sutedjo, seorang pelukis asal Dukuh Pelang, Klego, Boyolali menciptakan sebuah lukisan bertema wayang
Penulis: akbar hari mukti | Editor: m nur huda
Laporan Wartawan Tribun Jateng, Akbar Hari Mukti
TRIBUNJATENG.COM, BOYOLALI - Ki Djoko Sutedjo, seorang pelukis asal Dukuh Pelang, Klego, Boyolali menciptakan sebuah lukisan bertema wayang.
Yang unik, lukisan ini dibuat menggunakan media berbeda dari pada yang lain, yakni sekam padi atau kulit padi.
Kepada Tribunjateng.com, Ki Djoko Sutedjo menceritakan bila penggunaan media kulit padi sebagai sarana melukis ini bukan tanpa tujuan.
Ia ingin menciptakan sebuah inovasi dalam melukis, agar seni melukis bisa digandrungi lagi oleh generasi penerus.
"Lukisan ini menjadi sebuah inovasi agar seni melukis tak monoton," ujar dia, Rabu (11/4/2018).
Ia menjelaskan, pemilihan media sekam padi ini karena di dekat rumah sang pelukis, terdapat usaha penggilingan beras. Di sana, ia melihat bertumpuk-tumpuk sekam padi yang tak digunakan dan menjadi limbah di tempat usaha tersebut.
"Kulit-kulit ini kok menggunung-gunung dan kesannya tak digunakan lagi. Tetapi saat saya melihatnya, kok sepertinya bisa digunakan menjadi satu hal," urai dia.
Maka, ia mencoba menggunakan kulit padi itu menjadi lukisan. Ia memilih tokoh pewayangan Semar untuk dilukis menggunakan kulit padi tersebut.
"Waktu pengerjaannya dari tanggal 5 April 2018 sampai Selasa (11/4/2018)," ujar Ki Djoko Sutedjo.
Ia pun menjelaskan, untuk proses pembuatan lukisan itu tak ada kesulitan yang berarti.
Meski begitu untuk ide awal pembuatan, ia harus dengan sabar mencari kulit padi yang kuat karena tak semua kulit padi menurutnya bisa digunakan.
"Setelah saya mendapatkan kulit-kulit padi itu, kemudian langsung dibersihkan. Saya menggunakan kanvas berukuran 60 senitmeter x 70 senitmeter untuk lukisan Semar ini. Memang butuh keuletan dan kesabaran," jelas dia.
Lebih jauh, disinggung terkait mengapa memilih tokoh Semar dalam lukisannya, ia menjelaskan tokoh tersebut memiliki pemikiran yang relevan di masa sekarang.
"Meski Semar merupakan seorang abdi, tetapi keluhurannya sejajar dengan tokoh-tokoh semisal Prabu Kresna. Di masa sekarang ini, tinggal sedikit orang yang punya watak seperti itu, padahal negeri ini butuh orang-orang yang seperti Semar," papar dia.
Rencananya, lukisan ini bakal disimpan di rumahnya. Tetapi, apabila ada yang berencana membelinya, akan dilepaskan.
"Intinya saya ingin generasi penerus tak meninggalkan seni melukis," urai Ki Djoko Sutedjo. (Ahm)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/ki-djoko-sutedjo-memamerkan-lukisan-semar-menggunakan-kulit-padi_20180411_150542.jpg)