Breaking News:

Siswa SMK di Kendal Disekap dan Dianiaya Puluhan Orang, Begini Caranya Melarikan Diri

Karena tersesat, ia dan ketiga temannya berbalik arah dan hendak melintasi jalan lain. Namun sayang dirinya malah dihadang oleh 10 orang

Penulis: Dhian Adi Putranto | Editor: muslimah
Tribunjateng.com/Dhian Adi Putranto
Budi Riyanto, warga kelurahan Ketapang Kendal. Ia menjadi korban penyekapan dan penganiayaan oleh orang yang tak dikenal pada Kamis (12/4) malam. 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Dhian Adi Putranto

TRIBUNJATENG.COM, KENDAL - Malang nasib Budi Riyanto, warga kelurahan Ketapang Kendal. Ia menjadi korban penyekapan dan penganiayaan oleh orang yang tak dikenal pada Kamis (12/4) malam.

Ia yang kala itu bersama tiga temannya sedang dalam perjalanan menuju kerumah teman menggunakan sepeda motor. Ia dan temannya melintasi jalan Gemuh Weleri pada pukul 16.00 atau tepatnya pada pulang sekolah.

Karena tersesat, ia dan ketiga temannya berbalik arah dan hendak melintasi jalan lain. Namun sayang dirinya malah dihadang oleh 10 orang.

"Motor saya dipepet dan dihadang, kemudian saya dipukul di bagian muka. Selanjutnya saya ditanyai saya sekolah saya dimana, saya jawab kalau saya sekolah di SMK Bina Utama," terangnya pada JUmat (13/4).

Setelah menyebutkan nama sekolahnya, dirinya dan bersama ketiga temannya dipukul kembali dan langsung dibawa dengan cara diboncengkan oleh pelaku dengan leher dirantai.

"Teman saya dipisahkan, m saya dibawa ke daerah belakang stasiun weleri. Di sana saya disekap dan dipukuli 20 orang menggunakan rantai." ujarnya.

Saat pelaku hendak memanggil teman, dirinya memanfaatkan hal itu untuk kabur dan bersembunyi ditempat sampah. Setelah dirasa aman dirinya mendapat pertolongan warga dan diantar ke rumah.

Pihak keluarganya pun segera membawa ke puskesmas brangsong untuk diberikan pengobatan yang menimpa Budi. Akibat kejadian itu Budi mengalami luka memar di bagian punggung dan mukanya.

"Ini saya sedang membawa bukti visum untuk dilaporkan ke polres kendal," pungkasnya.

Kapolsek Weleri, AKP Abdullah Umar mengatakan kasus penganiayaan hal itu masih sedang pihaknya selidiki.

Pasalnya pihaknya mendapatkan kabar bahwa akan ada tawuran pelajar di Weleri pada Jumat (13/4) melibatkan pelajar SMK Bina Utama dengan pelajar SMK Muhammadiayah 3 Weleri.

"Nanti setelah solat jumat ada informasi akan ada tawuran. Saat ini polisi masih memonitor. Kemungkinan ada kaitannya dengan hal itu, namun kami masih selidiki," terangnya. (*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved