Pilpres 2019

Sohibul Iman Jelaskan Maksud PKS Bikin Tagar #2019GantiPresiden

Presiden PKS Mohamad Sohibul Iman menyebut tagar #2019GantiPresiden merupakan ide dasar partai yang dia pimpin.

Penulis: Rifqi Gozali | Editor: iswidodo
tribunjateng/Rifqi Gozali
Presiden PKS Mohamad Sohibul Iman menyebut tagar #2019GantiPresiden merupakan ide dasar partai yang dia pimpin. 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Rifqi Gozali

TRIBUNNJATENG.COM, PATI – Presiden PKS Mohamad Sohibul Iman menyebut tagar #2019GantiPresiden merupakan ide dasar partai yang dia pimpin.

Menurutnya, PKS tidak ingin pada Pilpres 2019 nanti hanya ada satu Paslon yang berasal dari petahana.

“Ini ide dasar dari PKS. PKS tidak ingin bahwa pasangan calon presiden hanya dari satu paslon yaitu petahana. Apa kata dunia jika tahu negara berpenduduk 250 juta kok nyari calon presiden cuma ketemu satu Paslon,” kata Sohibul Iman seusai dialog bersama nelayan di Desa Pecangaan, Kecamatan Batangan, Kabupaten Pati, Jumat (13/4/2018).

Sohibul menegaskan, agar tidak hanya ada satu Paslon yang bakal maju pada Pilpres 2019, maka partainya terus menggemakan adanya Paslon lain yang dinilai mampu menandingi kekuatan petahana.

“PKS terus menggemakan agar ada Paslon alternatif, ternyata itu disambut oleh masyarakat. Sehingga masyarakat kalau harus ada calon alternatif, tentu calon alternatif ini harus menang. Kalau menang berarti ganti presiden. Maka muncullah hastag 2019 ganti presiden,” tambahnya.

Lebih lenjut dia berujar, tagar yang hingga kini masih ramai dibicarakan warganet itu merupakan turunan dari keputusan PKS yang menginginkan adanya Paslon yang bakal melawan petahana.

“(Tagar #2019GantiPresiden) Sekarang sudah menjadi milik masyarakat, saya menyaksikan terjadi semacam kesukarelawanan. Mereka merasa itu sebagai aspirasi mereka, dan mereka itu tidak meminta kaus itu, maka mereka membiayai sendiri. Berani membeli itu semua, ini artinya di bawah alam sadar mereka,” tandasnya.

Fenomena ramainya tagar tersebut, kata Sohibul, harus mampu dibaca secara cermat oleh pemerintah, artinya pemerintah harus berbenah lantaran terdapat elemen masyarakat yang kurang merasa puas hingga akhirnya menginginkan presiden baru.

“Kami berharap di satu sisi buat pemerintahan yang sekarang, petahana, sadarilah masyarakat ingin berubah. Ada yang tidak pas di pemerintahan ini, maka harus disadari itu. Dan yang kedua tentu di 2019 kita harus berkompetisi secara fair, secara jujur,” tandasnya. (*)

Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved