Tribun Community

Rasakan Serunya Memotret Pakai Rol Film Ala Komunitas Smg35mm Yang Andalkan Kamera Zadul

Namun, siapa sangka kamera analog ternyata masih menjadi primadona di mata Komunitas Smg35mm.

Rasakan Serunya Memotret Pakai Rol Film  Ala Komunitas Smg35mm Yang Andalkan Kamera Zadul
ISTIMEWA
Komunitas Smg35mm Andalkan Kamera Zadul 

TRIBUNJATENG.COM -  Mengupas dunia fotografi serasa tak pernah mati. Berbagai teknologi kamera yang canggih terus bermunculan menyesuaikan kebutuhan zaman.

Namun, siapa sangka kamera analog ternyata masih menjadi primadona di mata Komunitas Smg35mm.

Komunitas yang kali pertama dibentuk sejak 2015 lalu, kini sudah memiliki 85 anggota di dalamnya.

Selain itu, untuk keanggotaannya berisikan anak-anak muda yang menekuni hobi fotografi, khususnya menggunakan kamera analog.

Menurut penuturan Andika Yogiswara (24), yakni satu di antara pendiri Smg35mm, terbentuknya komunitas pengguna kamera analog ini berawal karena ketidaksengajaan dan termasuk iseng.

Meski begitu, tampaknya pecinta kamera analog lambat laun semakin meningkat dan mulai dilirik oleh anak-anak muda di Semarang.

Hingga di tahun 2018 ini pecinta analog masih berada di puncak popularitas.

“Awalnya kami hanya ada empat orang, yang memang memiliki kesamaan hobi fotografi menggunakan kamera analog. Sering juga nongkrong dan hunting foto bareng. Karena di Semarang saat itu tidak ada komunitas yang menggeluti analog, akhirnya kami iseng saja buat grup chat di Line. Dari grup lah kami sering sharing tentang info-info jadwal hunting, ini awal mula terbentuknya Smg35mm,” jelas Yogi, biasa ia disapa saat dijumpai Tribun Jateng, Kamis (12/4) malam.

Di balik nama komunitasnya yang cukup unik, yakni Smg35mm, ternyata ada ceritanya lho. Kata Yogi, singkatan Smg ini pastinya menjadi simbol bahwa komunitas berasal dari Semarang. Sementara untuk kata 35mm diambil dari ukuran roll film yang biasanya disematkan di kamera analog. Hal ini tentunya menjadi ciri khas dan pembeda dari komunitas lainnya.

Sedangkan untuk kegiatan di Smg35mm ini tidak hanya sekadar nongkrong dan hunting foto bareng. Hal ini mengingat anggotanya sendiri berasal dari berbagai latar belakang yang berbeda. Mulai dari pelajar, mahasiswa, hingga pekerja tentunya akan terlalu sulit mengatur agenda ketemu secara rutin.

“Agenda hunting kami fleksibel saja dan kadang suka dadakan juga. Misal, memang tidak bisa hunting foto, kami suka kumpul bareng di satu kedai kopi ke kedai kopi lain untuk saling berbagi ilmu terkait penggunaan kamera analog. Pokoknya komunitas ini dibawa having fun aja,” ujarnya.

Lebih lanjut, komunitas yang mengusung tagline “Sing penting yakin motret” ini sudah beberapa kali mengadakan agenda hunting foto bareng bersama komunitas fotografer lainnya di Semarang.

Selain itu, ada juga kegiatan workshop yang pastinya sangat berguna untuk menambah pengetahuan terkait kamera analog.

Untuk informasi kegiatan komunitas Smg35mm dan hasil karya jepretan foto film, biasaya sering dibagikan melalui akun Instagramnya di @smg35mm_.

“Jika ingin gabung ke Smg35mm kami tidak ada kriteria yang rumit. Silahkan gabung saja, kami di sini sangat terbuka. Tidak perlu harus punya kamera, nanti kami bisa pinjamkan kameranya untuk yang baru belajar. Asal hanya satu hal yakni punya ketertarikan dengan kamera analog,” pungkas Yogi. (*)

Penulis: Nur Rochmah
Editor: Catur waskito Edy
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved