Rusia 'Tertawakan' Rudal Canggih Amerika Banyak Dihadang Rudal Jadul Milik Suriah

Ternyata, rudal kiriman Amerika telah dicegat oleh meriam antiudara milik Suriah, yakni S-125, S-200, Buk dan Kvadrat.

Rusia 'Tertawakan' Rudal Canggih Amerika Banyak Dihadang Rudal Jadul Milik Suriah
AFP/Handout/STR/SYRIAN GOVERNMENTS CENTRAL MILITARY MEDIA
Dalam foto yang dirilis oleh militer Suriah Sabtu (14/4/2018), terlihat sistem pertahanan serangan udara mereka berusaha menghalau rudal yang ditembakkan Amerika Serikat dan sekutunya. Presiden AS Donald Trump mengumumkan serangan sebagai respon terhadap dugaan penggunaan senjata kimia oleh Suriah. 

TRIBUNJATENG.COM - Pusat pertahanan Amerika Serikat atau Pentagon secara resmi mengakui telah melancarkan serangan udara ke Suriah, Jumat (13/4/2018) waktu setempat.

Tak lama setelah pernyataan Trump, serangkaian ledakan terdengar di Damaskus, ibu kota Suriah, pukul 01.00 GM, atau sekitar pukul 07.00 WIB.

Jenderal Joseph Dunford, salah satu perwira tinggi ternama AS mengatakan, serangan tersebut menghantam tiga target.

Ketiga target itu adalah pusat riset di dekat Damaskus, fasilitas gudang, dan pos komando juga di dekat ibu kota, serta fasilitas penampungan senjata kimia di dekat Homs.

Tak disebutkan, berapa rudal yang diluncurkan oleh Amerika.

Tapi, kantor berita resmi Rusia, Tass, merilis laporan menarik.

Dalam laporan mereka, Kementerian Pertahanan Rusia merilis laporan mengejutkan.

Secara sepintas, laporan ini jelas 'menertawakan' serangan Donald Trump.

Menurut pernyataan Rusia, pasukan koalisi Amerika, Inggris, dan Perancis, sejatinya meluncurkan lebih dari 100 misil.

Tapi, menurut keterangan mereka, banyak rudal kiriman Amerika yang gagal kena sasaran.

Halaman
12
Editor: m nur huda
Sumber: Tribun Solo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved