Airport Corner

Haryo Minta Terminal Bandara Ahmad Yani Lama Jangan Dibongkar

Anggota DPR RI komisi V Bambang Haryo Soekartono tinjau kesiapan Terminal Bandara baru Ahmad Yani Semarang.

Haryo Minta Terminal Bandara Ahmad Yani Lama Jangan Dibongkar
tribunjateng/rahdyan trijoko pamungkas
Anggota DPR RI komisi V Bambang Haryo Soekartono tinjau kesiapan Terminal Bandara baru Ahmad Yani Semarang, Minggu 15 April 2018 

Laporan Wartawan Tribun Jateng Rahdyan Trijoko Pamungkas

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Anggota DPR RI komisi V Bambang Haryo Soekartono tinjau kesiapan Terminal Bandara baru Ahmad Yani Semarang.

Dalam kunjungannya Haryo menilai kapasitas Bandara Ahmad Yani lebih kecil dari bandara Miangas di Sulawesi yang baru selesai dibangun.

Jika dilihat Miangas jumlah penduduknya tidak lebih dari 5.000 orang, namun dibangun bandara lebih besar dari ibu kota Jawa Tengah.

"Semarang jumlah penduduknya diatas tiga juta. Belum lagi Jawa Tengah sekitar 38 juta. Pembangunan bandara ini sangat potensial karena Semarang merupakan sentral dari Jawa Tengah," papar politisi Gerindra, Minggu (15/4/2018).

Menurutnya, potensi bandara di Kota Semarang tidak hanya penumpang saja, melainkan produksi logistik dan lain sebagainya tersebut di Jawa Tengah juga melewati terminal bandara Ahmad Yani.

"Terminal Bandara Ahmad Yani bisa dikoneksikan dengan transportasi Kereta Api," tuturnyta

Dirinya menyayangkan jika terminal bandara lama ditutup. Hal ini dikarenakan rel kereta api dan terminal bandara berjarak hanya 100 meter.

Oleh karena itu, pihaknya menyarankan agar dibuat satu jalur khusus kereta ke bandara yang bertujuan agar terbentuk intermoda.

"Makanya sangat disayangkan terminal lama ditutup. Terminal lama harusnya dipergunakan untuk kepentingan terminal intermoda baik ke kota maupun antarkota dengan menggunakan kereta api," jelasnya.

Dikatakannya, terminal bandara Ahmad Yani baru mempunyai kapasitas 6 juta penumpang, sedangkan di terminal lama jumlah penumpang tahun 2017 telah mencapai 4 juta penumpang.

Haryo khawatir akan terjadi over kapasitas di bandara baru. Hal ini dibuktikan jika kenaikan jumlah penumpang mencapai 15 persen, maka setelah terminal bandara baru jadi di tahun 2019 jumlah penumpang mencapai enam juta.

"Jadi overload (kelebihan kapasitas). Bandara baru jadi maka akan kelebihan kapasitas. Hal ini yang saya sayangkan. Jadi bandara lama jangan dibongkar. Jika terjadi overload di bandara maka bandara lama akan dibutuhkan," terangnya. (*)

Penulis: rahdyan trijoko pamungkas
Editor: iswidodo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved