Ingat Pemerkosa dan Pembunuhan Siswi SMP Gorontalo, Ternyata Pelakunya Kakak Kandungnya

Siswi bernama Fatma ditemukan oleh ayahnya dalam kondisi tak bernyawa pada Sabtu (31/4/2018) lalu.

"Korban Disetubuhi hingga sekarang hamil empat bulan," kata Kepala Polres Toba Samosir, AKBP Elvianus Laoli, kepada BBC Indonesia, Rabu (31/01) lalu.

Polisi sudah menangkap sang ayah yang berusia 38 tahun pada akhir pekan lalu setelah mendapat laporan dari korban.

Kasus ini awalnya terkuak dari kecurigaan tetangga yang melihat perut remaja perempuan bersangkutan membuncit dan detelah ditanya, baru dia mengaku bahwa sering dipaksa bersetubuh oleh ayahnya.

Dari situ, seorang tetangganya kemudian membagikan kisah itu ke media sosial dan setelah mendapat informasi tersebut maka polisi langsung bergerak memburu pelaku.

"Ini baru pertama kalinya di Toba Samosir, anak hamil oleh ayah kandung sendiri," kata Elvianus.

Namun -berdasarkan keterangan korban- selain ayahnya ternyata pamannya, yang berusia 33 tahun, juga melakukan kekerasan seksual serupa terhadap dirinya.

Awalnya kedua pelaku, menurut polisi, disebutkan tidak saling mengetahui perbuatan satu sama lain terhadap remaja berusia 15 tahun itu. "Baru tahu setelah keduanya bertemu di dalam sel," AKBP Elvianus.

Berdasarkan informasi yang diperoleh polisi, korban ternyata sudah mengalami pelecehan seksual sejak akhir 2015 lalu, ketika baru berusia 12 tahun. Pamannya yang pertama kali melakukan kekerasan seksual tersebut.

Kekerasan seksual incest tak terdata

Terungkapnya kasus di Toba Samosir itu membuat Pusat Kajian Perlindungan Anak Indonesia (Puskapa) FISIP UI mengangkat kembai proses penanganan terhadap korban pemerkosaan yang dilakukan oleh ayah kandung.

Halaman
1234
Editor: Catur waskito Edy
Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved