Menikmati Air Hangat di Gua Curug Sigeong Slawi
Curug Sigeong terletak di Dukuh Kemaron, Desa Tuwel, Kabupaten Tegal terletak dekat dengan Objek Wisata Guji.
Penulis: Bare Kingkin Kinamu | Editor: galih permadi
Laporan Wartawan Tribun Jateng, Bare Kingkin Kinamu
TRIBUNJATENG.COM, SLAWI - Curug Sigeong terletak di Dukuh Kemaron, Desa Tuwel, Kabupaten Tegal terletak dekat dengan Objek Wisata Guji.
Curug Sigeong memberikan tawaran yang berbeda dari curug-curug lainnya. Pasalnya, terdapat sumber air hangat di balik curug.
Ada sebuah gua di sana.
Dengan waktu tempuh kurang lebih sekitar 1,5 jam dari pusat Kabupaten Tegal pengunjung bisa menikmati segarnya percikan Curug Sigeong.
Tepat sebelum pintu masuk ke wisata Guci terdapat plang bertuliskan Curug Putih.
Disarankan oleh penduduk setempat lebih baik jika hendak ke Curug Sigeong melalui ini.
"Kalau lewat yang jembatan warna nanti tidak ada parkirnya, lebih baik di sini," tutur Dian, warga Dukuh Kemaron, Desa Tuwel, Kabupaten Tegal.
Dengan membayar retribusi Rp 5 ribu/ orang pengunjung bisa menikmati keindahan Curug Sigeong.
"Wah biasanya pas ramai itu hari libur, di curug ini ada mata air hangat tepat di gua yang ada di balik air terjun curug," tutur pengelola Pokdarwis Curug Sigeong, Edi Sukarno.
Dari parkiran warga, untuk menuju Curug ini kira-kira pengunjung harus menempuh jarak 500 meteran.
Debur air yang mengalir sudah terdengar ketika pengunjung sudah berada di radius 100 meteran dari Curug Sigeong.
Untuk sampai ke gua yang ada di balik Curug, pengunjung harus menyeberangi aliran sungai sekitat 6meter.
"Di balik curug itu memang nyaman,hangat airnya,biasanya pada mandi di sana," tutur Dian, pengunjujg Curug Sigeong.
Bahkan ada pipa yang bersumber dari mata air hangat di balik Curug Sigeong yang dibuat oleh pengurus Pokdarwis memancar di pinggi bebatuan sungai.
"Ya biar pengunjung bisa menikmati sumber mata air panas di pinggir aliran sungai," tutur Pengurus Pokdarwis Curug Sigeong, Edi Sukarno.
Terlihat ada warga setempat yang menggunakan padasan air pipa tersebut untuk mandi.
"Kalau saya manjat (nai) ke Guci lumayan, di sini lebih dekat, sama-sama hangat," tutur Agus, pengunjung Curug Sigeong yang memanfaatkan padasan air hangat untuk mandi.
Udara sejuk, gemericik air, dan kicau burung merupakan suguhan alaminya Curug Sigeong.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/curug-sigeong-di-dukuh-kemaron-desa-tuwel-minggu-1642018_20180416_230407.jpg)