Liputan Khusus

Rekomendasi untuk Koreksi Ulang

Dari data Panwaslu, ditemukan sebanyak 5.974 DPS bermasalah yang tersebar di seluruh kecamatan.

Rekomendasi untuk Koreksi Ulang
Arti NIK KTP 

TRIBUNJATENG.COM - Selama Maret dan April 2018, Panitia Pengawasan Pemilu (Panwaslu) Kota Tegal menemukan ketidakcocokan Data Pemilih Sementara (DPS) pilkada 2018, baik untuk pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jateng ataupun pemilihan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Tegal.

Dari data Panwaslu, ditemukan sebanyak 5.974 DPS bermasalah yang tersebar di seluruh kecamatan.

"Pada Maret ada 3.123 DPS bermasalah. Sedangkan April ada sekitar 2.851," kata Ketua Panwaslu Kota Tegal, Akbar Kusharyanto.

Permasalahan DPS itu bermacam- macam, ada yang elemen data pemilih tidak cocok, ada juga permasalahan DPS ganda.

"Kesalahan dalam memasukkan data DPS misalnya nama meninggal malah ditulis hidup dan sebaliknya," jelasnya.

Selain itu, ada kesalahan data ganda yang identik, kemudian ada kesalahan data pada NIK, KK, dan lainnya.

Dari total temuan itu, didominasi kesalahan data ganda identik berupa NIK dipakai lebih dari satu orang dan NKK yang dipakai banyak nama calon pemilih.

Hasil temuan itu nantinya akan direkomendasikan ke KPU untuk dilakukan koreksi atau validasi ulang.

Pihaknya juga terus mengimbau kepada masyarakat untuk segera melapor jika terdapat atau menemukan DPS bermasalah agar bisa dilakukan perbaikan data.

Komisioner Divisi Pemutakhiran Data KPU Kota Tegal, Arisandi Kurniawan, menuturkan ada banyak faktor yang mengakibatkan DPS kurang valid atau masih banyak kesalahan seperti temuan Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kota Tegal.

Halaman
12
Editor: Catur waskito Edy
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved