Liputan Khusus

Rekomendasi untuk Koreksi Ulang

Dari data Panwaslu, ditemukan sebanyak 5.974 DPS bermasalah yang tersebar di seluruh kecamatan.

Rekomendasi untuk Koreksi Ulang
Arti NIK KTP 

"Misalnya, pemilih ganda, terkadang ada warga yang sudah menikah tapi di KK (kartu keluarga) lama namanya masih ada. Seharusnya kan kalau sudah menikah ada KK baru," kata Arisandi.

Akibat kasus tersebut yakni di DPS tercatat dua nama warga dengan status berbeda, kawin dan belum kawin.

Sedangkan untuk kesalahan pada pencatatan nomor induk kependudukan, kata dia, hal tersebut bisa karena kesalahan input panitia pemungutan suara (PPS) atau kesalahan dari Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil).

"Karena itu, kami terus berkoordinasi dengan dinas, terkait kesalahan pencatatan NIK. Namun, berdasarkan penuturan dari dinas, NIK yang sudah tercantum tidak mungkin salah karena sistem, kalau seperti itu, berarti ada kesalahan input dari petugas kami," terangnya.

Yang jelas saat ini, pihaknya terus memperbaiki DPS yang terdapat kekeliruan.

Saat masa uji publik ini, kata dia, kalau ada kekeliruan wajar dan sudah biasa, mumpung belum diputuskan menjadi daftar pemilih tetap (DPT) tingkat kabupaten/kota.

"Terkait masalah NIK dobel, DPS ganda, warga yang sudah meninggal masih dicatat atau sebaliknya, kami masih terus memperbaikinya. Masih ada waktu hingga DPT dikunci pada tanggal 19 besok," tegasnya.

Data dari KPU, terdapat 2.300 kesalahan pada DPS. Jumlah itu, kata dia, merupakan satu persen dari total DPS yang ada.

Jika ada data yang sama, tentu akan dicoret salah satunya yang salah agar tidak ada pemilih hantu. Tentu pencoretan itu harus berdasarkan konfirmasi pihaknya terlebih dahulu.

"Kami tidak bisa langsung mencoret, harus konfirmasi dulu kepada yang bersangkutan terkait data mana yang betul," imbuhnya.

Arisandi menuturkan bahwa data pemilih akan selalu berubah- ubah.

"Hari ini ditetapkan, terus besok berubah pun bisa, semisal ada yang meninggal. Yang terpenting, sebelum waktu penetapan, kami akan mengoreksi semua data yang ada," tandasnya. (Tim)

Editor: Catur waskito Edy
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved