Sabtu, 9 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Saat Ricuh Suporter, Begini Cara Pemain Persib Bandung Senyap Tinggalkan Stadion

Empat kendaraan lapis baja milik Brimob Polda Jawa Timur keluar dari Stadion Kanjuruhan tanpa menggunakan sirine

Tayang:
Editor: m nur huda
BolaSport.Com
Para pemain Persib Bandung dikawal keluar dari Stadion Kanjuruhan dengan menggunakan rantis, Minggu (15/4/2018). 

TRIBUNJATENG.COM - Kericuhan di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang pada (16/4/2018) membuat tim Persib Bandung sempat tertahan. Mereka baru bisa keluar dari Stadion Kanjuruhan pada pukul 22.45 dengan cara senyap.

Tim berjulukan Maung Bandung itu tidak naik Baraccuda melalui pintu utama.

Tetapi, Baraccuda menunggu di sentelban Stadion Kanjuruhan sehingga tanpa diketahui suporter yang sudah dihalau keluar lapangan, rombongan tim Persib sudah masuk ke dalam barracuda dengan kembali ke dalam lapangan.

Empat kendaraan lapis baja milik Brimob Polda Jawa Timur keluar dari Stadion Kanjuruhan tanpa menggunakan sirine, tetapi mereka dalam kawalan yang ketat.

“Kami nanti berjalan tanpa sirine,” ungkap salah satu petugas kepada BolaSport.com.

Setelah Persib keluar dari Stadion Kanjuruhan, tak lama kemudian dengan cara yang sama Arema FC meninggalkan stadion.

Bedanya mereka tidak naik Baraccuda, melainkan menggunakan bus dengan kawalan ketat kepolisian.

“Demi alasan keamanan, kedua tim memang menunggu situasi aman untuk meninggalkan stadion,” ujar media officer Arema FC, Sudarmaji.

Sementara itu di luar stadion jumlah Aremania memang menurun.

Mereka sudah banyak yang terlihat meninggalkan stadion.

Namun, di beberapa titik masih terlihat Aremania berkerumun.

Suasana dalam stadion setelah penonton memasuki lapangan saat pertandingan Liga 1 2018, Arema FC Vs Persib Bandung, di Stadion Kanjuruhan, Malang, Minggu (15/4/2018)
Suasana dalam stadion setelah penonton memasuki lapangan saat pertandingan Liga 1 2018, Arema FC Vs Persib Bandung, di Stadion Kanjuruhan, Malang, Minggu (15/4/2018) (Bolasport.com)

Laga Arema FC melawan Persib terpaksa dihentikan ketika memasuki menit ke-91.

Aremania yang jumlahnya tidak terbendung turun ke dalam lapangan. Mereka terlibat bentrok dengan pihak keamanan.

Sementara itu pemain kedua kesebelahan tertahan di ruang ganti pemain.

Akibat dari insiden ini jumlah korban luka yang dirawat mencapai 200-an Aremania.

Rata-rata mereka terkena gas air mata, gangguan pernapasan dan ada beberapa yang mengalami patah tulang.

Selain itu, ratusan suporter Arema FC turun dari tribune penonton dan memenuhi lapangan sesaaat sebelum pertandingan berakhir.

Para oknum suporter itu melampiaskan kekecewaannya dengan melempari lorong menuju ruang ganti pemain.

 Akibat insiden tersebut, ratusan korban berjatuhan dan langsung dievakuasi menuju ke rumah sakit. Kebanyakan korban yang jatuh adalah suporter wanita.

Media Officer Arema FC, Sudarmadji, mengatakan bahwa kericuhan ini dipicu oleh kekecewaan para suporter kepada kepemimpinan wasit Handri Kristanto di sepanjang pertandingan.

"Kronologi dalam konteks manajemen tadi sudah berdiskusi bahwa gerakan penonton itu banyak bereaksi karena keputusan wasit," katanya.

Sudarmadji menambahkan bahwa para Aremania mulai merasa kecewa saat gol kedua Persib tercipta pada menit ke-77.

Pasalnya sebelum gol tersebut tercipta, gelandang Arema FC, Ahmet Atayev, dijatuhkan pemain Persib di tengah lapangan.

Namun, wasit tidak menghentikan pertandingan dan akhirnya Ezechiel Ndouasel mampu memanfaatkan kelengahan pemain belakang Arema FC dengan mencetak gol keduanya untuk Persib Bandung.

"Kejadian pertama disebabkan oleh pelanggaran terhadap Atayev, tetapi wasit tidak menganggapnya. Setelah kejadian itu, tanda-tanda penonton melakukan gerakan sudah terlihat," jelas Sudarmaji.

Pada menit ke-86, Arema FC mampu mengejar ketertinggalan melalui gol Balsa Bozovic. Saat itu, kedudukan imbang 2-2 karena di babak pertama kedudukan imbang 1-1.

Tidak lama setelah itu, pada ke-88 Dedik Setiawan diganjar kartu merah karena menyikut pemain belakang PersibBandung, Ardi Idrus. Kondisi itu disebutnya menambah kekecewaan suporter terhadap wasit asal Jawa Tengah itu.

"Kemudian ada keputusan yang tidak kita tahu secepat itu, kartu merah terhadap Dedik. Penonton sudah melakukan upaya mereaksi keputusan wasit," kata Sudarmadji.

 "Setelah itu terjadi tendangan pojok dan penonton sudah mulai turun. Kronologi itu adalah versi kita," ujarnya.

Kericuhan suporter berawal dari tribun ekonomi bagian timur. Mereka mengamuk berlarian masuk ke tengah lapangan.

Kemudian, suporter yang duduk di tribun bagian selatan dan utara juga ikut turun memenuhi lapangan.

Sudarmaji mengatakan, pihaknya akan mengirim informasi kronologi kericuhan itu ke PT Liga Indonesia Baru (LIB) selaku penyelenggara kompetisi Liga 1, kompetisi kasta tertinggi di Indonesia.

"Malam ini juga kami akan mengirim kronologi apa yang terjadi di lapangan. Karena sesuai regulasi, kami diberikan kesempatan untuk melaporkan secara obyektif karena sudah ada formnya, terutama yang berkaitan tentang keputusan-keputusan wasit," kata Sudarmadji.

Akibat kericuhan itu, pertandingan terpaksa dihentikan tanpa pluit panjang wasit. Kedudukan tetap imbang, 2-2.

Gol untuk Arema FC dicetak oleh Thiago Furtuoso Dos Santos di menit ke-18 dan Balsa Bozovic di menit ke-86.

Sementara gol untuk Persib Bandung dicetak oleh Ezechiel Ndouasel pada menit ke-19 dan ke-77.(*)

Sumber: BolaSport.com
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved