Yuk Kunjungi Puncak Patran, Lagi Ngehits di Batang
Spot-spot poto kekinian dan indahnya pemandangan perbukitan bakal membuat para pengunjung semakin betah berlama-lama di lokasi tersebut.
Penulis: budi susanto | Editor: galih permadi
Laporan Wartawan Tribun Jateng, Budi Susanto
TRIBUNJATENG.COM, BATANG - Barisan pohon pinus yang diselimuti kabut nampak menjulang tinggi di sela-sela perbukitan.
Hembusan sejuknya angin gunung akan menyapa para pelancong yang berkunjung ke obyek wisata Puncak Patran yang terletak di Desa Kebaturan Kecamatan Bawang Kabupaten Batang.
Tak hanya itu, spot-spot poto kekinian dan indahnya pemandangan perbukitan bakal membuat para pengunjung semakin betah berlama-lama di lokasi tersebut.
Walaupun belum lama dibuka namun Puncak Patran menjadi magnet bagi para pengunjung Kabupaten Batang dan sekitarnya.
Saking hitnya di media sosial beberapa pengunjung rela memacu kendaraan ke obyek wisata tersebut walaupun kondisi jalan masih berupa bebatuan dan sebagian beton.
Seperti yang diungkapkan Zakiatul Munaroh (23) ia sengaja datang ke Puncak Patran bersama temannya Mawar Kusumawati (23) karena penasaran setelah melihat di Instagram.
"Kami dari Kabupaten Pekalongan, walaupun jauh tapi akhirnya sampai ke sini, sempat kesasar juga tapi kami menggunakan aplikasi map jadi akhirnya sampai," ujarnyasaat ditemui Tribunjateng.com di Puncak patran, Senin (16/4/2018).
Zakia menerangkan lokasi Puncak Patran sangat nyaman karena pemandangan sekitarnya indahh dan banyak spot berfoto.
"Nyaman dan asik tempatnya, namun akses jalan harus diperbaiki karena ngeri kalau melintas masih bebatuan," imbuhnya.
Adapun Mukromin satu di antara pengelola memaparkan Puncak Patran baru dibuka sekitar 6 bulan lalu.
"Hingga kini pengunjung tak pernah ada sepinya, kalau akhir pekan mencapai 500 orang," jelasnya.
Bahkan ia mengatakan kerap menolak rombongan pengunjung jika ada yang memesan tempat untuk berkemah.
"Karena belum ada ijin kami belum berani menerima tawaran rombongan, tiket saja tidak ada dan hanya sumbangan sukarela bagi pengunjung yang datang, karena kami menunggu perijinan dari provinsi terkait pariwisata," tuturnya.
Selain itu pihaknya sudah melakukan koordinasi dengan Pemkab Batang terkait pengembangan pariwisata di Desa Baturan.
"Nanti kalau sudah ada perijinan baru kami beri tiket, namun untuk mengembangkan dan menarik pengunjung warga sekitar membuat spot-spot poto dari dana pribadi," kata Mulromin.
Mukromin yang mewakili oemuda sekitar berharap perijinan cepat keluar agar Puncak Patran bisa dikembangkan.
"Kami berharap Puncak Patran bisa lebih berkembang karena melihat antusian pengunjung, selain itu dengan adanya obyek wisata ini para pemuda jadi bisa memiliki pekerjaan dan ekonomi berputar untuk warga Desa Baturan," timpalnya.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/puncak-patran-batang_20180416_231807.jpg)