Rabu, 8 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Begini Kesaksian Tetangga Terkait Keberadaan Pabrik Miras di Kudus

Polres Kudus menggerebek pabrik miras yang terletak di RT 7 RW 3 Desa Prambatan Lor, Kecamatan Kaliwungu, Kudus, Selasa (17/4/2018).

Penulis: Rifqi Gozali | Editor: iswidodo
tribunjateng/Rifqi Gozali
Polres Kudus menggerebek pabrik miras yang terletak di RT 7 RW 3 Desa Prambatan Lor, Kecamatan Kaliwungu, Kudus, Selasa (17/4/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Rifqi Gozali

TRIBUNJATENG.COM, KUDUS - Polres Kudus menggerebek pabrik miras yang terletak di RT 7 RW 3 Desa Prambatan Lor, Kecamatan Kaliwungu, Kudus, Selasa (17/4/2018).

Dalam penggerebekan tersebut, ditemukan puluhan drum besar berisi cairan yang akan diproses untuk dijadikan miras.

Tidak hanya itu, sejumkah miras merek Prost mau pun Anggur Kolesom juga ditemukan.

Di atas lahan seluas kurang lebih 1 hektar itu selain menjadi gudang miras, juga terdapat kegiatan produksi.

Berada di ujung gang kampung, tentu tidak banyak warga sekitar yang tahu.

Wahyu (27), misalnya. Dia tidak tahu jika di tempat itu memroduksi miras. Selama ini dia hanya tahu jika di tempat tersebut hanya sebagai distributor miras ke sejumlah penjual.

"Tidak tahu di situ ada produksi miras. Tahunya hanya sebagai tempat penyimpan miras kemudian disetor ke agen atau penjual," kata Wahyu.

Dia menuturkan, sebelum dijadikan sebagai gudang sekaligus produksi miras, tempat itu sebelumnya sempat digunakan sebagai pabrik rokok.

Di depan bangunan yang digunakan sebagai produksi, terdapat sejumlah ban. Warga sekitar mengira tempat itu juga digunakan sebagai bengkel vulkanisir.

Edi (24) warga lainnya menuturkan, pemilik bangunan tersebut jarang kumpul bersama warga lainnya. Sebagai tetangga yang tinggal bersebelahan, Edi pun jarang bertemu pemilik bangunan itu.

"Jarang kumpul (pemiliknya). Pintunya pun jarang dibuka," kata Edi singkat.

Dari lokasi tersebut, Polres Kudus menyita barang bukti berupa mesin penggiling, miras yang disimpan di gudang dan lain-lain.

Puluhan drum dan satu unit alat yang digunakan memroduksi masih dibiarkan di tempat tersebut.

Sampai saat ini, pihak Kepolisian masih belum memberi keterangan perihal kuantitas temuan. Sejumlah pekerja dan pemiliknya saat ini tengah diperiksa.
"Kami masih memeriksa pelaku," kata Kasat Reskrim Polres Kudus AKP Onkoseno Grandiarso Sukahar. (*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved