BERITA LENGKAP: Intan Tengah Berlatih Tari saat Tembok Tua Tiba-tiba Roboh

Raut wajah Umayah (47), warga Desa Gegesik Lor, Kecamatan Gegesik, Kabupaten Cirebon, tampak gelisah, Senin (16/4) siang.

BERITA LENGKAP: Intan Tengah Berlatih Tari saat Tembok Tua Tiba-tiba Roboh
Tribunnews
Warga sedang mencari korban yang belum ditemukan di Sanggar Kesenian Wayang Kulit Hidayat Jati di Desa Gegesik Wetan, Kecamatan Gegesik, Kabupaten Cirebon, Senin (16/4/2018). 

TRIBUNJATENG.COM, CIREBON - Raut wajah Umayah (47), warga Desa Gegesik Lor, Kecamatan Gegesik, Kabupaten Cirebon, tampak gelisah, Senin (16/4) siang.

Ia mengkhawatirkan kondisi putri bungsunya, Tri Intan Apriani (13), yang tengah berada di Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Arjawinangun, Kabupaten Cirebon. Siswa kelas 7 SMPN 1 Gegesik itu mengalami luka patah tulang kaki kanan dan rahang setelah tertimpa bangunan tua.

Saat itu, Intan tengah berlatih menari di Sanggar Kesenian Hidayat Jati, Desa Gegesik Wetan, Kecamatan Gegesik, Kabupaten Cirebon. "Anaknya (Intan--Red) masih bisa diajak bicara, meski lukanya kelihatan cukup parah," kata Umayah saat ditemui di IGD RSUD Arjawinangun.

Intan merupakan satu di antara sembilan korban peristiwa robohnya bangunan tua bekas peternakan burung walet di Desa Gegesik Wetan, Kecamatan Gegesik, Kabupaten Cirebon, Senin pukul 10.30.

Saat para korban tengah berlatih menari sebagai persiapan peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas), 2 Mei mendatang, tiba-tiba dinding bangunan gudang walet yang tingginya 30 meter runtuh dan menimpa bangunan sanggar.

Sebanyak tujuh korban meninggal dunia, dua luka ringan, dan Intan merupakan korban yang mendapat luka berat. Sementara dua orang lainnya dinyatakan selamat dari peristiwa tersebut. Ketujuh korban meninggal, yakni Suherman (48), Arid (22), Andra (14), Fadiya (15), Ferdi (14), Adzikri (14), dan Suparti (13).

Suherman merupakan seorang dalang sebagai seorang dalang, yang aktif membina siswa di beberapa sekolah. Korban meninggal lainnya, Arid, tidak lain merupakan anak laki-laki Suherman, yang berperan sebagai pembimbing kesenian di sanggar tersebut. Lima korban lainnya merupakan siswa SMPN 1 Gegesik.

Kapolres Cirebon Kota, AKBP Risto Samodra menjelaskan, penyebab pasti ambruknya gudang tua tersebut saat ini masih dalam penyelidikan. "Secara kasat mata kita lihat memang bangunan itu sudah tua," ungkap Risto.

Saat ini di sekitar bangunan tersebut sudah dipasang garis polisi dan warga diminta untuk tidak mendekati bangunan yang rawan roboh tersebut. "Kita masih kumpulkan keterangan untuk penyelidikan lanjutan," ungkap Risto.

Risto mengungkapkan gudang itu adalah milik seorang warga setempat, tetapi tidak tinggal di desa tersebut.

Halaman
1234
Editor: Catur waskito Edy
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved