Inspektorat Belum Beri Sanksi kepada Camat Mijen masih Menunggu . . .

Inspektorat Kota Semarang belum memberikan sanksi kepada oknum pejabat di Kecamatan Mijen yang diduga

tribunjateng/reza gustav
Kota Semarang terpilih menjadi lokasi seri pembuka perhelatan balap motor trail Trial Game Asphalt (TGA) 2018, Jumat-Sabtu (6-7/4/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, M Zainal Arifin

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Inspektorat Kota Semarang belum memberikan sanksi kepada oknum pejabat di Kecamatan Mijen yang diduga terlibat kasus pungutan liar retribusi parkir yang ditangani oleh tim Sapu Bersih Pungutan Liar (Saber Pungli).

Kepala Inspektorat Kota Semarang Cahyo Bintarum mengatakan, pihaknya masih menunggu hasil pemeriksaan dari Tim Saber Pungli terkait dugaan pungli retribusi parkir di Sirkuit Mijen saat gelaran Trial Game Asphalt 2018, yang diduga melibatkan Camat Mijen.

"Kami belum menerima laporan dari Tim Saber Pungli, tetapi jika nanti sudah mendapatkan laporan pasti segera kami tindak lanjuti," katanya, Selasa (17/4/2018).

Ia menyebutkan, jika terperiksa adalah seorang pegawai negeri sipil (PNS), nantinya hasil pemeriksaan pasti diserahkan ke Inspektorat untuk ditindaklanjuti. Upaya tindak lanjut tersebut berupa penyelidikan oleh Aparat Pengawasan Intern Pemerintah (APIP).

Hanya saja, Cahyo enggan membeberkan sanksi apa yang akan diberikan jika terbukti. Pasalnya, sejauh ini kasus tersebut masih sebatas dugaan atas laporan dari masyarakat.

"Kan masih dugaan, perlu dibuktikan dulu. Sanksinya apa, nanti akan kami lihat dulu bentuk pelanggarannya. Kan ASN itu sudah ada aturannya dalam Undang-Undang ASN," paparnya.

Sebelumnya, Tim Saber Pungli Kota Semarang melakukan penyelidikan dugaan pungli retribusi parkir terhadap masyarakat di sekitar Sirkuit Mijen Semarang yang diduga melibatkan Camat setempat.

Ketua Tim Saber Pungli Kota Semarang AKBP Enrico Sugiharto Silalahi mengatakan, pihaknya beberapa saat lalu mendapat laporan dari masyarakat terkait dengan adanya pungutan liar yang melibatkan oknum Camat di Kota Semarang.

"Jadi soal adanya informasi yang beredar terkait adanya OTT itu tidak benar, kalau OTT kan ada penangkapan, ini tidak," katanya.

Enrico yang juga Wakapolrestabes Semarang itu menambahkan, saat ini pihaknya tengah mendalami aduan dari masyarakat tersebut, yakni dengan meminta keterangan oknum camat yang diduga berkaitan dengan pungutan liar tersebut.

Dari penyelidikan Tim Saber Pungli, diketahui ada barang bukti uang parkir yang dipungut dari masyarakat dengan nilai sekitar Rp 15,9 juta.

"Saat ini masih mengumpulkan bukti-bukti, dan memeriksa para saksi," ungkapnya.

Informasi yang beredar, dalam gelaran di Sirkuit Mijen pada 6-7 April itu tarif yang dikenakan sebesar Rp 5 ribu untuk sepeda motor dan Rp 10 ribu untuk mobil. Padahal, berdasarkan Peraturan Daerah (Perda) tarif parkif yang seharusnya dikenakan yakni Rp 1.000 untuk sepeda motor dan mobil Rp 2 ribu. (*)

Penulis: m zaenal arifin
Editor: iswidodo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved