ITDP Rekomendasikan Penerapan Jalur Khusus pada BRT Trans Semarang Koridor I

Sehingga dengan jalur khusus ini diharapkan banyak rute angkutan umum yang mendapatkan keuntungan dengan meningkatkan kecepatan angkutan umum

ITDP Rekomendasikan Penerapan Jalur Khusus pada BRT Trans Semarang Koridor I
ISTIMEWA
Penumpang BRT Trans Semarang di shelter Unika Soegijopronoto. 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, M Zainal Arifin

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Bus Rapid Transit (BRT) Trans Semarang sejak beroperasi dari 2009 hingga sekarang terdapat 6 rute koridor (dari rencana 8 rute) yang dilayani dengan 116 armada yang beroperasi.

Data dari Badan Layanan Umum (BLU) Trans Semarang, rata-rata jumlah penumpang per hari 25.000 penumpang. Apakah Trans Semarang bus sistem ini bisa dikatakan sudah efektif ataukah masih bisa ditingkatkan?

Menurut survei dari Indonesia Institute for Transportation and Development Policy (ITDP) Indonesia pada Juli 2017, kecepatan rata-rata bus Trans Semarang pada rute Mangkang – Penggaron adalah 15.8 km per/jam dimana kecepatan ini jauh lebih rendah dari kecepatan rata-rata kendaraan pribadi yaitu 18.5 km/jam.

"Hal ini disebabkan karena bus masih beroperasi bercampur dengan reguler traffic. Selain itu, kapasitas halte dan daya angkut sistem bus Trans Semarang yang masih rendah menyebabkan sistem bus Trans Semarang belum beroperasi secara optimal," kata Vice Director ITDP Indonesia, Faela Sufa, Selasa (17/4/2018).

Dikatakannya, penumpang masih harus berdesak-desakan terutama di shelter-shelter transfer seperti shelter Pemuda dan Imam Bonjol pada saat jam puncak. Sehingga selain masih harus terjebak kemacetan, dengan rute saat ini, sebagian penumpang harus menunggu di shelter-shelter transfer tersebut sehingga waktu tempuh penumpang Trans Semarang menjadi lebih lama.

Berdasarkan data-data yang didapatkan dan hasil studi yang dilakukan, ITDP memberikan rekomendasi untuk peningkatan layanan Trans Semarang dengan konsep BRT dengan jalur khusus yang mempunyai rute langsung (BRT Direct Service system).

"Jalur khusus BRT dibangun pada segmen jalan yang mempunyai demand angkutan umum yang tinggi, mempunyai lebar jalan yang cukup dan biasanya banyak hambatan kemacetan yang dialami," jelasnya.

Sehingga dengan jalur khusus ini diharapkan banyak rute angkutan umum yang mendapatkan keuntungan dengan meningkatkan kecepatan angkutan umum.

Untuk Semarang, lanjutnya, berdasarkan kriteria tersebut di atas, maka koridor yang berhimpitan dengan koridor I Trans Semarang dari Jrakah-Jalan Pemuda-Arteri Soekarno Hatta sepanjang 15,9 km menjadi prioritas pertama untuk penerapan BRT jalur khusus.

Halaman
12
Penulis: m zaenal arifin
Editor: muslimah
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved