USBN Mata Pelajaran Kepercayaan Pertama Kali Digelar di Cilacap

Ia baru saja menyelesaikan Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN) untuk mata pelajaran pendidikan kepercayaan.

Penulis: khoirul muzaki | Editor: Catur waskito Edy
tribunjateng/dok
ILUSTRASI 

TRIBUNJATENG.COM, CILACAP - Elma Septian terlihat semringah saat keluar dari ruang ujian di SMP N 3 Gandrungmangu Cilacap.Ia baru saja menyelesaikan Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN) untuk mata pelajaran pendidikan kepercayaan.

Secara umum, Elma mengaku berhasil menjawab setiap pertanyaan ujian itu dengan lancar.

"Ada yang sulit sih, misalnya sebutab Tuhan Yang Maha Esa untuk warga Ugamo Malim (Parmalim),"katanya, Senin (16/4)
Kemarin, lima siswa penghayat kepercayaan setingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri di Cilacap melaksanakan USBN mapel kepercayaan untuk yang pertama kali.

Dua siswa di antaranya, Elma Septian dan Septian Dwi Saputro melaksanakan ujian di SMP N 3 Gandrungmangu, seorang siswa di SMP N 1 Jeruklegi, dan dua siswa lain di SMP N 2 Adipala Cilacap. Soal terdiri dari 40 pertanyaan ganda dan 5 pertanyaan esai. Elma dan Septian mengerjakan soal di ruang berbeda.

Kecuali keduanya, seluruh siswa di ruangan itu mengerjakan soal mapel pendidikan agama. Meski soal yang dikerjakan berbeda, Elma yang duduk di bangku paling depan terlihat percaya diri.

"Teman-teman sudah pada tahu, biasa saja, saya merasa gak dibeda-bedakan,"katanya

Materi soal itu telah biasa diajarkan oleh guru pengampunya, Kuswanto Haryanto.

Selain itu, ia mematangkan pengetahuan kepercayaan itu di rumah. Elma dan Septian biasa belajar bersama di rumah dengan bimbingan ayah Septian, Slamet yang sehari-hari berprofesi sebagai tukang kayu.

Elma dan Septian mengikuti Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) pendidikan kepercayaan sejak kelas 8.Sebelum USBN ini, terakhir Elma mengikutinya saat ujian akhir Sekolah Dasar (SD).

"Waktu SD ujiannya masih pakai mapel agama,"katanya

Kepala SMP N 3 Gandrungmangu, Saleh, mengatakan, pihaknya tidak membeda-bedakan peserta ujian mapel agama maupun kepercayaan. Mereka ditempatkan dalam ruangan sama.

Bagi Saleh, pemasukan mapel kepercayaan dalam USBN merupakan kemajuan luar biasa di dunia pendidikan.Melalui USBN itu, pemerintah disebutnya serius dalam mengimentasikan amanat UU dan Permendikbud Nomor 27 tahun 2016 tentang Layanan Pendidikan Kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa (YME) dalam menjamin hak pendidikan para penghayat.

"Ini wujud pengakuan pemerintah. Apalagi ujiannya sudah berstandar nasional. Soal-soalnya yang membuat pusat, bukan dari Cilacap,"katanya. (*)

Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved