Jembatan Widang Mendadak Roboh, Korban Pegang Tangan Sebelum Tewas

Korban meninggal bernama Mukhlisin asal Gresik, pengemudi dump truk. Ia tertindih truk

Jembatan Widang Mendadak Roboh, Korban Pegang Tangan Sebelum Tewas
surya/hanif manshuri
Kasat Lantas Lamongan dan Tuban turun mengecek kondisi tiga truk yang hanyut dan satu korban sepeda motor di Jembatan Babat Lamongan yang ambruk, Selasa (17/4/2018). 

TRIBUNJATENG.COM, TUBAN - Bummm!!! Suara mirip bom terdengar ketika Jembatan Widang sisi barat yang melintang di atas Bengawan Solo, kawasan Kecamatan Widang, Tuban, Jawa Timur, mendadak putus di bagian tengah dan ambruk, sekira pukul 10.45 WIB, Selasa (17/4/2018).

Jembatan yang menghubungkan Kecamatan Widang (Tuban) dan Kecamatan Babat (Lamongan itu) terdiri dari dua buah yaitu jembatan sisi barat dan sisi timur.

Jembatan sisi barat yang ambrol dilewati kendaraan dari arah Surabaya-Tuban, sedangkan jembatan sisi timur dilewati kendaraan dari arah sebaliknya yaitu Tuban-Surabaya.

Tak pelak, tiga truk ukuran besar dan sebuah sepeda motor yang tengah melintas di jembatan itu langsung terjatuh ke sungai. Setidaknya ada seorang korban meninggal dunia, sedangkan dua orang lainnya menderita luka-luka.

Korban meninggal bernama Mukhlisin asal Gresik, pengemudi dump truk. Posisi truk nopol S 8569 UE dalam kondisi terbalik dan menindih truk yang dikemudikan Mukhlisin.

Sebelum menghembuskan nafas terakhir, Mukhlisin sempat memegangi dan menarik tangan Yusron (37), warga Babat yang menolong dan mengevakusi korban. Saat peristiwa terjadi, Yusron berada di ujung jembatan.

"Ketika saya turun ke sungai untuk menolong, korban sempat berpegangan dan menarik tangan saya kuat-kuat," kata Yusron. Saat itu korban tidak bisa bicara dan melihat Yusron karena kepalanya tenggelam di kedalaman Bengawan Solo.

Saat Yusron menarik tangan korban, Mukhlisin mencengkeram tangan saksi, sepertinya meminta bantuan agar bisa keluar dari dalam truk yang dikemudikannya. "Saya terasa betapa kuatnya cengkeraman tangan korban memegangi tangan saya," ungkap Yusron.

Yusron juga berusaha menarik korban, tapi berat karena mungkin terjepit. Apalagi pintu dump truk tidak bisa dibuka.

Kemudian ada seorang warga lain yang ikut membantu menolong sehingga korban dapat ditarik keluar. Sayang, saat itu korban sudah meninggal dunia. Mukhlisin baru dapat dikeluarkan dari dalam truk sekira 30 menit setelah terjebur ke sungai.

Halaman
123
Editor: m nur huda
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved