Gempa Bumi
KESAKSIAN Disah Terpelanting Saat Gempa Mengguncang Banjarnegara
KESAKSIAN Disah Terpelanting Saat Gempa Mengguncang Kalibening Kabupaten Banjarnegara
Penulis: khoirul muzaki | Editor: iswidodo
Laporan Wartawan Tribun Jateng Khoirul Muzakki
TRIBUNJATENG.COM, BANJARNEGARA - Disah (25), warga Rt 2 Rw 2 Duaun Kebakalan Desa Kertosari kecamatan Kalibening Kabupaten Banjarnegara langsung terhentak dari tempat duduknya saat bumi yang dia pijak bergetar keras.
Ia saat itu tengah asyik menonton televisi bersama putri kecilnya di pangkuan, Rabu 18 April 2018 sekitar pukul 13.30 WIB.
Tiada benda di ruangan itu yang tidak bergoyang. Material plafon rumahnya runtuh dan berjatuhan ke lantai.
Seluruh perabot rumah, mulai lemari, televisi atau benda lain di atas meja terpental dari tempatnya hingga berjatuhan.
Baca: Inilah Foto-foto Dampak Gempa di Banjarnegara, Warga Berhamburan ke Luar
Baca: BREAKING NEWS : Banjarnegara Gempa - Satu Warga Tewas, Puluhan Luka
Baca: UPDATE Gempa Guncang Banjarnegara, Ratusan Rumah Rusak, 17 Luka dan 1 Meninggal
Ia sendiri merasakan kuatnya goncangan itu hingga tubuhnya terpelanting.
"Tidak ada tanda-tanda sebelumnya, tiba tiba gempa dan perabot berjatuhan," katanya.
Disah berusaha sekuatnya beranjak langsung menyahut anak kecilnya dan berusaha lari keluar rumah.
Di luar, ia melihat banyak bangunan rumah warga telah hancur.
Ia sampai tidak sempat menengok ke belakang untuk melihat keadaan rumahnya sendiri.
Disah terus menyepatkan langkah untuk keluar dari kampung sejauh mungkin.
Dalam kondisi demikian, masing-masing warga hanya mampu mengurusi diri sendiri dan keluarganya untuk menyelematkan diri.
Harta benda yang tertinggal tak lagi mereka anggap penting, yang terpenting jiwanya selamat.
Saat kakinya terus bergerak, bibirnya tak berhenti teriak. Matanya terus terisak.
"Saya gak sempat lihat rumah saya karena langsung lari keluar," katanya.
Namun melihat kondisi kampungnya yang hancur, Disah yakin rumahnya turut rusak. Ia yang kini mengungsi di Taman Pendidikan Quran (TPQ) Desa Sidakangen Kalibening, masih meratap dengan matanya yang merah dan sembab.
Disah masih trauma dengan kejadian mengerikan itu.
Ia ingin melihat kondisi rumahnya jika esok hari situasi telah aman. Namun tentu, bagaimanapun kondisi tempat tinggalnya nanti, ia tak ingin segera menempati rumahnya kembali hingga rasa traumanya pulih.
"Saya ingin lihat rumah saya, tapi sementara mau mengungsi karena masih trauma," katanya.
Disah berharap pemerintah perhatian terhadap nasib korban seperti dirinya. Harapannya, pemerintah ikut membantu biaya renovasi rumah warga yang rusak atau hancur karena gempa. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/pengungsi-gempa-bumi-di-kalibening-kabupaten-banjarnegara_20180418_205135.jpg)