Lokalisasi Sunan Kuning (SK) Argorejo segera Ditutup, PSK: Tabunganku Belum Cukup

Pemkot Semarang akan menutup kawasan Resosialisasi Argorejo atau yang dikenal dengan sebutan lokalisasi Sunan Kuning (SK)

Lokalisasi Sunan Kuning (SK) Argorejo segera Ditutup, PSK: Tabunganku Belum Cukup
tribunjateng/m zainal arifin/dok
Pemkot Semarang akan menutup kawasan Resosialisasi Argorejo atau yang dikenal dengan sebutan lokalisasi Sunan Kuning (SK), pada 2018 ini. 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Pemkot Semarang akan menutup kawasan Resosialisasi Argorejo atau yang dikenal dengan sebutan lokalisasi Sunan Kuning (SK), pada 2018 ini. Hal itu mengundang respon dari para penjaja seks yang beroperasi di tempat praktik prostitusi terbesar di Kota Semarang.

Di antaranya seorang pemandu karaoke juga penjaja seks yang mengaku bernama Marlia (32). Lia yang merupakan seorang pendatang, merasa resah dengan rencana penutupan SK.

"Tabungan saya belum cukup untuk modal usaha. Saya belum siap kalau harus pulang kampung dalam waktu dekat ini," kata janda beranak dua itu, Rabu (18/4).

Kawasan Resosialisasi Argerejo, atau yang biasa disebut kawasan lokalisasi Sunan Kuning (SK), tutup selama Ramadan. Penutupan SK sudah dilakukan sejak Senin (15/6/2015).
Kawasan Resosialisasi Argerejo, atau yang biasa disebut kawasan lokalisasi Sunan Kuning (SK), tutup selama Ramadan. Penutupan SK sudah dilakukan sejak Senin (15/6/2015). (TRIBUN JATENG/M RADLIS)

Sebenarnya, dirinya mendengar rencana penutupan SK sudah cukup lama. Karenanya, dirinya mengikuti berbagai program yang dilakukan pengelola kawasan SK untuk persiapan jika sudah tidak bekerja di situ lagi.

Satu di antaranya program menabung. Dari pendapatannya per hari, minimal ia tabung Rp 50 ribu sebagai bekal usaha ketika lokalisasi SK benar ditutup. Akan tetapi, Lia merasa tabungannya belum mencukupi untuk dijadikan modal.

"Saya rencananya mau buka warung makan. Kan modalnya tidak mungkin kecil. Lha sekarang belum cukup," ucapnya.

Ia berharap Pemkot Semarang menunda penutupan SK pada 2018 ini hingga dirinya dan teman-temannya sesama pekerja di lokalisasi SK sudah siap terjun ke tengah masyarakat. Setidaknya, hingga akhir 2019 sebagaimana program dari pengelola SK.

Rencana penutupan lokalisasi SK tersebut disampaikan Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kota Semarang, Tommy Y Said, di Balai Kota Semarang, Rabu (18/4).

Tommy mengatakan, akan menutup lokalisasi SK sesuai dengan instruksi Kementerian Sosial yang menginginkan semua kota bebas dari kegiatan prostitusi pada tahun 2019.

Pascaperistiwa Pembunuhan, Pemkot Mendata Penghuni Sunan Kuning
Pendataan Penghuni Sunan Kuning 

"Targetnya 2018 ini. Kalau tidak bisa, maksimal 2019 mendatang sudah kami tindak tegas dengan penutupan," katanya.

Halaman
12
Penulis: m zaenal arifin
Editor: iswidodo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved