Sesama Kota Toleran, Pemkot Singkawang Ingin Balas Kunjungan Pemkot Salatiga

Walikota Salatiga Yuliyanto berharap kumjungan Pemerintah Kota Salatiga ke Kota Singkawang Kalimantan Barat bisa dibalas

Sesama Kota Toleran, Pemkot Singkawang Ingin Balas Kunjungan Pemkot Salatiga
tribunjateng/ponco wiyono
Wakil Walikota Singkawang, Irwan (kedua dari kiri) menyerahkan kenang-kenangan kepada Walikota Salatiga, Yuliyanto saat menerima kunjungan Pemkot Salatiga di Kantor Walikota Singkawang pada Selasa (17/4/2018). 

Laporan wartawan Tribun Jateng, Ponco Wiyono

TRIBUNJATENG.COM, PONTIANAK - Walikota Salatiga Yuliyanto berharap kumjungan Pemerintah Kota Salatiga ke Kota Singkawang Kalimantan Barat bisa dibalas dengan kunjungan serupa.

Menurutnya, ada beberapa kesamaan antarkedua kota dalam beberapa hal, salah satunya adalah gelar kota toleran se-Indonesia yang pada tahun ini bersama-sama diraih.

Dalam lawatannya ke Kalbar selama empat hari yakni sejak Senin hingga Kamis (16-19/4/2018), Yuliyanto juga mengunjungi Pemerintah Kota Pontianak.

"Kami persilakan Pak Wakil Walikota agar bisa merekomendasikan kunjungan ke Salatiga, agar bisa sama-sama saling belajar perihal pengelolaan kota," kata Yuliyanto.

Sementara Wakil Walikota Singkawang Irwan, Singkawang sebagai kota yang belum lama terbentuk saat ini masih terus melakukan pembenahan.

"Singkawang itu diresmikan sebagai kotamadya tahun 2001 dan sejauh ini kami mendapat predikat sebagai kota dengan pemimpin seorang wanita Tionghoa pertama di Indonesia," jelasnya.

Dengan kondisi alam yang indah dan dikelilingi lautan serta perbukitan, Singkawang dikatakan Irwan akan menjadi kota wisata yang ramai sikunjungi wisatawan. Salah satu tahapan dalam mewujudkan hal itu adalah dengan melakukan peningkatan infrastruktur.

"Kami sering mendapat keluhan dari para tamu, katanya perjalanan dari Pontianak terlalu jauh kalau ditempuh lewat darat. Maka dari itu kami sedang menyiapkan diri agar bandara bisa segera didirikan di sini," jelasnya.

Kepala Dinas Kominfo Singkawang Ahyadi menambahkan, ada berbagai upaya untuk menarik wisatawan asing dan lokal ke Kota Singkawang.

"Salah satunya saat perayaan imlek dan cap gomeh. Kemarin ada beberapa rekor MURI yang kami pecahkan antara lain lampion imlek terbanyak," jelasnya.

"Kunjungan semacam ini berarti bagi kami karena kita bisa sama-sama menimba ilmu. Kami akan canangkan kegiatan semacam ini agar ke depan bisa terwujud," tandas Irwan. (*)

Penulis: ponco wiyono
Editor: iswidodo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved