Go-Jek Betawi Demo Penurunan Tarif, Tiga Hari Beruntun Mogok Bekerja
Mereka memprotes kebijakan manajeman Go-Jek yang memberlakukan tarif baru sebesar Rp 1.300/km.
Penulis: Bare Kingkin Kinamu | Editor: abduh imanulhaq
Laporan Wartawan Tribun Jateng, Bare Kingkin Kinamu
TRIBUNJATENG.COM, TEGAL - Sekitar 500 ojek online yang menamakan diri komunitas driver Go-Jek Betawi (Brebes-Tegal-Slawi) menggelar unjuk rasa, Kamis (19/4/2018).
Mereka memprotes kebijakan manajeman Go-Jek yang memberlakukan tarif baru sebesar Rp 1.300/km sejak 16 April 2018.
Para driver Go-Jek Betawi itu mogok bekerja sejak Senin ketika tarif baru diberlakukan.
Puncaknya hari ini mereka melakukan demo.
Aksi ini dilakukan mulai dari SMAN 1 Tegal ke Jalan Pancasila-Jalan Kolonel Sudiarto-Jalan Slamet Riyadi dan berakhir di depan gedung DPRD Kota Tegal, Jalan Pemuda.
“Kami ingin kesejahteraan lebih terjamin,” tutur seorang driver asal Kota Tegal yang meminta namanya disimpan.
Belum ada tanggapan dari perwakilan Go-Jek mengenai aksi ini.
Ada beberapa hal lain yang disuarakan oleh para driver itu.
Mereka menginginkan kejelasan tarif Go-Food, perbaikan manajemen kantor, dan keberadaan payung hukum secara jelas.
Pengunjuk rasa menyatakan tidak ingin mogok lama-lama.
Mereka menyebut pemogokan tiga hari itu sebagai bentuk kekecewaan terhadap manajemen Go-Jek.
Beberapa pelanggan Go-Jek di Tegal dan sekitarnya mengaku terganggu oleh aksi mogok itu meski bisa memaklumi.
“Saya dari rumah biasa naik Go-Jek kalau pergi ke kampus. Kalau naik kendaraan sendiri kadang bikin capek,” tutur Reza, mahasiswa UPS.
Jumat besok, driver Go-Jek Betawi merencanakan mulai beroperasi kembali.
Meski belum ada respons dari manajemen, mereka menyatakan akan tetap mencari nafkah kendati tarif turun. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/go-jek-betawi_20180419_234546.jpg)