Deputi Pemberantasan BNN: Jateng Tempat Transit Narkoba

Irjen Arman menunjuk kawasan Jepara karena narkoba pernah diselundupkan lewat produk mebel kayu dan barang-barang bekas.

Deputi Pemberantasan BNN: Jateng Tempat Transit Narkoba
TRIBUN JATENG/AKHTUR GUMILANG
Irjen Pol Arman Depari (kanan) menghadiri diskusi santai di kantor Pemprov Jateng, Jumat (20/4/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Akhtur Gumilang

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Deputi Bidang Pemberantasan BNN Irjen Pol Arman Depari mengungkapkan pangsa pasar peredaran narkoba untuk segala jenis di Indonesia amat besar.

Bahkan, segala jenis narkoba yang masuk sebanyak apa pun pasti habis tidak tersisa.

"Seberapa banyak narkoba yang masuk pasti tanpa sisa, apa pun jenisnya. Itu hanya diedarkan ke Indonesia saja, tanpa diekspor lagi," terang Arman kepada Tribunjateng.com dalam diskusi santai di kantor Pemprov Jateng, Jumat (20/4/2018).

Dia menilai peredaran narkoba masih mudah masuk ke Indonesia.

Sebanyak 80 persen di antaranya masuk melalui jalur laut.

"Bahkan untuk di Jateng ini ada yang mudah dimasuki, yakni di daerah Jepara. Beberapa kali peredaran masuk ke sana lewat jalur laut," terangnya.

Ia menjelaskan, Jateng menjadi tempat transit masuknya narkoba dari luar negeri.

Dia menunjuk kawasan Jepara karena narkoba pernah diselundupkan lewat produk mebel kayu dan barang-barang bekas.

"Di Jepara banyak barang-barang asing masuk lewat laut. Pernah lewat mebel dan barang-barang bekas tapi isinya narkoba," tambahnya. (*)

Penulis: Akhtur Gumilang
Editor: abduh imanulhaq
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved