Kasus Narkoba

Sudah Kerja Bengkel Bagus-bagus Dwi malah Tergoda Jualan Pil Koplo

Dwi sendiri adalah seorang tersangka pengedar pil koplo Y yang ditangkap oleh petugas Polsek Gajahmungkur, Selasa (17/4/2017) lalu.

Sudah Kerja Bengkel Bagus-bagus Dwi malah Tergoda Jualan Pil Koplo
tribunjateng/Akhtur Gumilang
Sudah Kerja Bengkel Bagus-bagus Dwi malah Tergoda Jualan Pil Koplo. Kini Dwi pun ditangkap Polsek Gajahmungkur 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Akhtur Gumilang

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Selama tiga bulan mengedarkan pil koplo Y, Dwi Fitriono (38) ternyata mendapat keuntungan lebih besar dibanding pekerjaan tetapnya sebagai seorang montir.

Dwi sendiri adalah seorang tersangka pengedar pil koplo Y yang ditangkap oleh petugas Polsek Gajahmungkur pada Selasa (17/4/2017) lalu.

Tersangka yang tinggal di Tegalsari, Kecamatan Candisari, Semarang, ini ditangkap saat sedang meminum miras.

Dwi ditangkap jajaran reskrim Polsek Gajahmungkur di Jalan Papandayan, Gajahmumgkur, Semarang.

Ia mengaku sudah menjual ribuan pil Y sehingga hana tersisa 41 butir yang kini disita oleh petugas.

"Itu sudah berjuta-juta. Ya lumayan buat tambah-tambah penghasilan karena gaji di bengkel ga seberapa. Masih lebih besar mengedarkan," kata Dwi kepada Tribunjateng.com, Jumat (20/4/2018).

Sementara itu, Kapolsek Gajahmungkur AKP Rochana Sulistyaningrum menyebut bahwa tersangka menjual pil Y tersebut dalam bentuk paket yang dibungkus klip transparan.

"Satu klip berisi 10 butir dengan harga Rp 20 ribu. Lewat pemeriksaan sejak penangkapan pada Selasa (17/4/2018) lalu, tersangka mengaku sudah menjual ribuan pil," terang AKP Rochana kepada Tribunjateng.com, Jumat (20/4/2018).

Ia menjalaskan, pengakuan tersangka yang telah menjual ribuan pil itu berdasar hasil sitaan barang bukti berupa dua botol kosong.

Menurutnya, dua botol tersebut adalah tempat menyimpan pil-pil yang berjumlah kurang lebih 2.000 butir.

"Dari pengakuan tersangka, dua botol itu masing-masing berisi 1.000 butir. Namun saat kami tangkap, ribuan butir itu ternyata sudah terjual olehnya," lanjut Rochana.

Lebih lanjut, pihaknya juga menyita sejumlah uang Rp 300 ribu hasil transaksi pil Y dan HP milik tersangka.

Rochana menyebut, HP tersebut memang digunakan pelaku untuk bertransaksi dengan bandar berinisial DN lewat Facebook.

"DN ini masih buron. Kami masih menyelidiki lebih lanjut dan merekam jejak histori chat tersangka dengan DN hingga saat ini," tambahnya. (*)

Penulis: Akhtur Gumilang
Editor: iswidodo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved