14 Pompa Air Penanggulangan Rob Milik Pemkot Pekalongan Terancam Tak Bisa Dioperasikan

Pompa air yang dimiliki oleh Pemerintah Kota Pekalongan difungsikan guna mengantisipasi jika air rob merendam beberapa wilayah

14 Pompa Air Penanggulangan Rob Milik Pemkot Pekalongan Terancam Tak Bisa Dioperasikan
Tribunjateng.com/Budi Susanto
Pipa pembuangan pompa air di aliran Kali Lohji. 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Budi Susanto

TRIBUNJATENG.COM, PEKALONGAN - Pompa air yang dimiliki oleh Pemerintah Kota Pekalongan difungsikan guna mengantisipasi jika air rob merendam beberapa wilayah.

Namun fungsi pompa yang berjumlah belasan tersebut terancam tak bisa dioperasikan.

Hal tersebut membuat pihak DPU PR menyatakan kesadaran masyarakat terkait lingkungan kurang.

Pasalnya saat pihak DPU PR mengoprasikan pompa air sampah yang ada sepanjang aliran sungai menyumbat kinerja pompa tersebut.

Dikatakan Slamet Miftakhudin Kepala Bindang Sumber Daya Air DPU PR Kota Pekalongan, pengoperasian 14 pompa air yang mayoritas tersebar di Kecamatan Pekalongan Utara terkendala oleh banyaknya sampah yang menyangkut ke pipa pompa air.

"Padahal kapasitas pompa 500 hingga 1200 liter perdetik, jika sampah menyumbat pastinya pompa tidak akan beroprasi secara maksimal," ujarnya, Rabu (25/4/2018).

Adapun 14 pompa yang mayoritas tersebar tersebar di Kecamatan Pekalongan Utara terdapat di beberapa titik kelurahan.

"Ada di Slamaran, Klego, Krapyak, Kalibanger, dan beberapa wilayah di Kecamatan Pekalongan Utara. Jika sampah tersangkut terus menerus pastinya cepat rusak padahal pompa ada di beberapa lokasi," jelasnya.

Namun pihaknya bersyukur ada beberapa pompa yang dikelola warga guna membantu proses penyedotan air saat terjadi rob.

"Selain tanggul raksasa yang dalam pengerjaan, pompa air juga sebagai bentuk antisipasi jika terjadi rob, karena rob sudah sangat parah di Pekalongan Utara," katanya.

Terkait edukasi, pihaknya mendorong masyarakat agar lebih sadar lingkungan dengan melakukan kerja bakti bersih sungai setiap pekan.

"Lumayan effektif untuk mengurangi volume sampah, tentunya kami juga ikut turun, karena permasalahan rob harus ditangani bersama," timpalnya. (*)

Penulis: budi susanto
Editor: muslimah
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved