Dispendukcapil Jateng Pastikan Warga Penghayat Sudah Bisa Mengubah Kolom Agama Akhir April Ini

Kepala Dispendukcapil Jateng, Sudaryanto mengatakan, pelayanan bagi perubahan kolom agama e-KTP akan dibuka mulai akhir bulan April 2018 ini

Dispendukcapil Jateng Pastikan Warga Penghayat Sudah Bisa Mengubah Kolom Agama Akhir April Ini
TRIBUN JATENG/KHOIRUL MUZAKI
ujian praktik materi Sungkeman untuk siswa penghayat kepercayaan di Cilacap 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Akhtur Gumilang

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) Jawa Tengah (Jateng) memberi kesempatan bagi para penganut penghayat kepercayaan untuk merekam e-KTP hingga 1 Juli 2018 nanti.

Perekaman kolom agama penghayat kepercayaan sendiri bisa langsung dilakukan dengan mendatangi kantor Disdukcapil yang tersebar di 35 kabupaten/kota di Jateng.

Kepala Dispendukcapil Jateng, Sudaryanto mengatakan, pelayanan bagi perubahan kolom agama e-KTP akan dibuka mulai akhir bulan April 2018 ini.

"Yang penting kami secara prinsip siap melayani perubahan e-KTP," ungkap Sudaryanto kepada Tribunjateng.com, Rabu (25/4/2018).

Meskipun demikian, pihaknya sampai saat ini belum menemukan tanda-tanda satu pun dari warga penghayat yang hendak mengurusi persiapan perubahan kolom agama e-KTP kepada dinasnya.

"Tapi belum ada satu pun yang mengurusi persiapan ke kami. Padahal akhir April sebentar lagi," lanjutnya.

Sementara itu, sejumlah penganut penghayat kepercayaan tak semuanya sepakat dengan kebijakan pemerintah yang ingin menerbitkan e-KTP pada 1 Juli nanti.

Salah satu penolakan tersebut muncul dari kalangan penghayat Paguyuban Trijaya, Kabupaten Tegal.

Sekretaris Keimanan Kelompok Intelektual Muda Anak Alam Nusantara, Paguyuban Trijaya Tegal Boim Permadi mengatakan, pihaknya sebenarnya mengapresiasi upaya dari Presiden Joko Widodo yang berani menerbitkan e-KTP untuk warga penghayat.

Sebab sejak Indonesia merdeka, baru kali ini ada kebijakan pemerintah yang berpihak kepada warga penghayat.

"Kami tidak perlu e-KTP. Bagi kami, yang dibutuhkan itu pengakuan eksistensi sebagai penganut penghayat. Apa pemerintah punya niat menyosialisasikan tata cara ibadah kami, itu yang paling penting," kata Boim saat ditemui di Gedung Pemprov Jateng. (*)

Penulis: Akhtur Gumilang
Editor: muslimah
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved