1.000 Anak Lebih di Kabupaten Batang Dinyatakan Kekurangan Gizi

Kasus kekurangan gizi pada anak yang terjadi di beberapa wilayah menjadi sorotan bagi khalayak umum

1.000 Anak Lebih di Kabupaten Batang Dinyatakan Kekurangan Gizi
Tribunjateng.com/Budi Susanto
Masyarakat antri di Poli anak RSUD Kalisari Kabupaten Batang, Kamis (26/4/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Budi Susanto

TRIBUNJATENG.COM, BATANG - Kasus kekurangan gizi pada anak yang terjadi di beberapa wilayah menjadi sorotan bagi khalayak umum.

Tak terkecuali di Kabupaten Batang, 1.000 lebih anak-anak dinyatakan dalam kondisi kekurangan gizi dan sebagian mengalami gizi buruk.

Diterangkan Tan Evi Susanti Dokter Spesialis Anak RSUD Kalisari, permasalahan gizi menjadi polemik yang tak berkesudahan.

"Data yang saya terima dari Dinas Kesehatan dari total 48.145 balita di Batang 995 mengalami kurang gizi dan 34 anak kekurangan gizi," ujarnya saaat ditemui Tribunjateng.com di RSUD Kalisari, Kamis (26/4/2018).

Pihaknya menambahkan jumlah tersebut dihitung hingga akhir 2017, dan kemungkinan bertambah dari Januari hingga akhir April.

"Karena setiap bulannya RSUD Kalisari menerima sekitar 15 pasien anak kurang gizi, belum lagi ditambah jumlah kelainan anak karena gizi yang hingga kini berjumlah 30 orang, dan kami menemui 126 anak kekurangan gizi saat ada sosialisai gizi di Pendopo Pemkab Batang pekan lalu," paparnya.

Pihaknya menerangkan kondisi anak-anak baik kekurangan dan gizi buruk didominasi oleh masyarakat ekonomi menengah ke bawah.

"Karena mereka tidak punya biaya saat mau berobat, dan yang paling menyedihkan tidak ada pihak asuransinyang mengakomudir baik dari jaminan kesehatan dan lainya," jelasnya.

Dokter Evi sangat berharap agar semua elemen masyarakat dan istansi pemerintahan benar-benar memperhatikan kasus gizi buruk.

"Karena kasus kekurangan gizi dan gizi buruk merupakan rentetan panjang, dari awal kehamilan juga harus diperhatikan asupan gizi jika tidak, bisa terjadi kasus serupa, dan bagi pemerintah tolong tumbuh kembang para penerus bangsa diperhatikan paling tidak ada jaminan pembiayaan untuk asupan gizi ibu hamil dan balita untuk menekan anggka kasus gizi buruk atau kekurangan gizi pada anak," timpalnya. (*)

Penulis: budi susanto
Editor: muslimah
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved