Gedung Matahari Kudus Bakal Dibongkar

Eko Djumartono, Kepala Badan Pendapatan, Pengelolaan Keuangan, dan Aset Daerah (BPPKAD) Kudus mengatakan, gedung tersebut sudah terlampau tua

Gedung Matahari Kudus Bakal Dibongkar
Tribunjateng.com/Rifqi Gozali/dok
Gedung Kudus Plasa atau Matahari bakal dibongkar. Mengingat, gedung yang sebelumnya dilanda kebakaran hebat itu sudah tidak layak untuk dimanfaatkan kembali. 

Lapora Wartawan Tribun Jateng, Rifqi Gozali

TRIBUNJATENG.COM, KUDUS – Gedung Kudus Plasa atau Matahari bakal dibongkar. Mengingat, gedung yang sebelumnya dilanda kebakaran hebat itu sudah tidak layak untuk dimanfaatkan kembali.

Eko Djumartono, Kepala Badan Pendapatan, Pengelolaan Keuangan, dan Aset Daerah (BPPKAD) Kudus mengatakan, gedung tersebut sudah terlampau tua usianya, yakni 27 tahun. Maka jika akan dimanfaatkan lagi, sudah sangat tidak memungkinkan.

Menyusul dengan adanya uji hammer yang telah dilakukan oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kudus menghasilkan bahwa bangunan tersebut sudah tidak layak. Kebakaran hebat yang melanda pada 22 Februari 2018 berpengaruh terhadap kekuatan konstruksi dan besi bangunan.

Sementara, kata Eko, pihaknya sampai saat ini masih berunding dengan pihak asuransi. Pihaknya mengajukan klaim sebesar Rp 9 miliar. Namun, berhubung lantai dasar gedung tidak ikut terbakar, maka pihak asuransi hanya menghitung kerugian sampai pada Rp 6 miliar.

“Pihak asuransi menghitung kerugiannya hanya Rp 6 miliar. Jadi dari klaim yang kami ajukan, tidak terbayarkan semua karena lantai satu masih layak,” kata Eko Djumartono, Kamis (26/4/2018).

“Kalaupun pihak asuransi menilai tidak total, maka tetap akan diruntuhkn,” katanya.

Sampai saat ini, lantai dasar gedung masih digunakan sejumlah penyewa atau tenant untuk membuka kiosnya. Sedianya, kata Eko, pihaknya tidak memberikan izin para tenant untuk beroperasi, lantaran, bahaya senantiasa mengancam. Lantai dua dan lantai tiga yang hangus terbakar serta kekuatan konstruksi maupun besi yang telah menyusut bisa mengancamnya.

“Kios yang digunakan oleh tenant saat ini itu tidak ada izin dari kami. Tapi ada sejumlah tenant yang bersedia menanggung segala risiko yang bakal terjadi,” katanya. (*)

Penulis: Rifqi Gozali
Editor: iswidodo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved