Pilgub Jateng

Fotokopi Koran Memuat Berita Calon Gubernur Tersebar di Kroya

Fotokopi Koran Memuat Berita Calon Gubernur Tersebar di Kroya. Tetapi Komisioner Panwas Cilacap Warsid belum melihat keterpenuhan unsur kampanye hitam

Fotokopi Koran Memuat Berita Calon Gubernur Tersebar di Kroya
TRIBUNJATENG/khoirul muzakki
Selebaran berukuran kertas kuarto atau A4 itu berisi materi berita dari Koran Harian SM 20 Februari 2018 yang memuat berita calon gubernur Ganjar Pranowo, berjudul "Nazar: Ganjar Terima Duit E KTP". 

Laporan Wartawan Tribun Jateng Khoirul Muzakki

TRIBUNJATENG COM, CILACAP - Selebaran berukuran kertas kuarto atau A4 itu berisi materi berita dari Koran Harian Suara Merdeka tertanggal 20 Februari 2018 yang memuat berita calon gubernur Ganjar Pranowo, berjudul "Nazar: Ganjar Terima Duit E KTP".

Selebaran itu ditemukan di sejumlah lokasi, di antaranya pinggir jalan Raya Kejen-Sikampuh, jalan Mataram Desa Pekuncen, jalan Jenderal Soedirman Kroya, dan beberapa jalan di wilayah desa semisal, Desa Bajing, Desa Pucung Kidul, Desa Karangmangu, dan Desa Gentasari.

Tetapi Komisioner Panwas Cilacap Warsid belum melihat keterpenuhan unsur kampanye hitam dalam penyebaran selebaran itu, sementara ini.

Fotokopi Koran Memuat Berita Calon Gubernur Tersebar di Kroya. Tetapi Komisioner Panwas Cilacap Warsid belum melihat keterpenuhan unsur kampanye hitam
Fotokopi Koran Memuat Berita Calon Gubernur Tersebar di Kroya. Tetapi Komisioner Panwas Cilacap Warsid belum melihat keterpenuhan unsur kampanye hitam (tribunjateng/khoirul muzaki)

Menurut dia, selebaran itu hanya memuat berita yang sudah dipublikasikan oleh media massa, pada 20 Februari 2018 lalu. Materi yang disebar hanyalah duplikasi berita koran, tanpa rekayasa.

Jika ada yang tidak terima terhadap muatan berita itu, menurut dia, semestinya telah dikomplain sejak berita itu tayang dulu.

Warsid menilai, jikapun ada pihak yang tidak terima terhadap penyebaran selebaran itu, adalah media yang punya hak produksi atas berita itu.

"Sebab pelaku sudah memperbanyak tanpa seizin pihak korannya," katanya, Jumat (27/4)

Pihaknya masih menyelidiki kasus ini bersama Kepolisian. Panwas juga memeriksa saksi yang mengetahui penyebaran selebaran tersebut.

Penyebarluasan berita itu sempat diduga kampanye terselubung untuk menjatuhkan nama satu di antara pasangan calon gubernur.

Info dari warga setempat, selebaran itu ditemukan pagi hari ketika warga hendak beraktivitas. Selebaran itu sudah berserakan di pinggir dan beberapa di depan rumah warga di wilayah kecamatan Kroya. Warga sempat melihat selebaran itu disebar oleh pengendara roda dua dan mobil, Rabu (25/4)

Keesokan harinya, Panwas Kecamatan Kroya bersama Polsek Kroya dan menyisir lokasi dan menemukan ratusan lembar yang memuat berita sama. (*)

Penulis: khoirul muzaki
Editor: iswidodo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved