Kamis, 14 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Napi Berkebangsaan Inggris Lenggak Lenggok di Atas Panggung Perayaan Hari Kartini di Semarang

Andrea Waldeck menebar senyum saat berjalan di atas karpet merah di aula Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Klas IIA Wanita Semarang di Bulu

Tayang:
Penulis: hesty imaniar | Editor: Catur waskito Edy
hermawan handaka
Kebaya Kartini 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Mbok Jamu Seorang warga binaan Lembaga Pemasyarakatan (lapas) Klas IIA Wanita Semarang tampil ala penjual jamu dalam lomba fashion show yang digelar di Lapas, Kamis (26/4).

Lomba ini digelar dalam rangka memperingati Hari Kartini dan Hari Bhakti Pemasyarakatan.

Diantaranya seorang peserta, Andrea Waldeck menebar senyum saat berjalan di atas karpet merah di aula Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Klas IIA Wanita Semarang di Bulu, Semarang Tengah, Kamis (26/4).

Mengenakan pakaian adat Bali, terpidana kasus narkoba itu berusaha luwes agar mendapat nilai besar dari juri yang ada di depannya.

Tak hanya Andrea, satu per satu warga binaan lain yang juga mengenakan busana adat maupun pakaian profesi khas wanita, berlenggak-lenggok di atas catwalk.

Kartini di Lapas Bulu
Kartini di Lapas Bulu (hermawan handaka)

Mereka sedang mengikuti lomba fashion show dalam rangka memperingati Hari Kartini.

"Saya senang sekali, bahkan mengapresiasi acara seperti ini. Terlebih, sosok Ibu Kartini, yang berkat jasa beliau, wanita di Indonesia bisa setara dengan laki-laki," kata Andrea seusai tampil.

Sebenarnya, Andrea bukanlah warga negara Indonesia.

Dia merupakan warga binaan berkebangsaan Inggris.

Menurutnya, di Inggris, sosok yang juga membela hak wanita seperti Kartini adalah Emily Pankhurst.

"Emily merupakan tokoh yang berjasa untuk kaum wanita di negara saya.

Kebaya Kartini
Kebaya Kartini (hermawan handaka)

Sampai sebelum meninggal, dia terus menyuarakan hak-hak wanita di Inggris. Saya sangat mengaguminya dan Ibu Kartini di Indonesia," jelasnya.

Kepala Lapas Klas IIA Wanita Semarang, Asriati Kerstiani, mengatakan, kegiatan tahunan itu disambut antusias warga binaan.

Menurutnya, kegiatan ini digelar juga untuk memperingati Hari Bhakti Pemasyarakatan ke-54.

"Fashion show ini adalah puncak acara dan lomba. Sebelumnya, warga binaan mengikuti lomba voli, memasak nasi goreng, kebersihan kamar, menangkap lele, juga balap karung," jelasnya.

Asriati berharap, kegiatan tersebut dapat meningkatkan kepercayaan diri warga binaan. Juga, mengasah kemampuan mereka di bidang olahraga dan seni, juga meningkatkan kreativitas serta kemampuan bersosialisasi dan berkoordinasi. Menurutnya, hal ini penting terutama saat warga binaan keluar dari lapas dan kembali ke kehidupan sosial di tengah masyarakat.

Kartini di Lapas Bulu
Kartini di Lapas Bulu (hermawan handaka)

"Ini menjadi bekal mereka kelak saat keluar dari lapas dan kembali ke masyarakat. Kami berharap, mereka bisa bekerja mandiri atau sudah punya bekal keterampilan saat harus bekerja dengan orang lain," imbuh dia.

Saat ini, warga binaan ini juga dilatih menjahit. Pihaknya juga bekerja sama dengan pihak ketiga sebagai pendamping maupun pemberi pelatihan.

Saat ini, Lapas Klas IIA Wanita Semarang membina 372 napi. Diakui Asriati, jumlah tersebut melebihi kapasitas lapas yang idealnya diisi 174 napi.

Meski begitu, Asriati memastikan, pengawasan di lapas ketat. Bahkan, pihaknya menerapkan pemeriksaan berlapis agar warga binaan tak bisa menyelundupkan barang terlarang ke sel.

"Kami terapkan pemeriksaan berlapis. Ada pemeriksaan badan dan barang, sepulang dari sidang dan penjagaan dari depan lapas sampai blok. Pemeriksaan badan dilakukan menggunakan body scaner dan x-ray. Setelah itu, diperiksa ulang staf pengamanan, dan terakhir diperiksa komandan jaga sebelum masuk blok tahanan. Barang dan badan mereka digeledah," jelas dia. (*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved