Tindak Lanjut Pemancing Yang Tewas Diterjang Kapal Tongkang

Suharjo (50), satu pedagang di kawasan wisata PAI Kota Tegal menuturkan, setiap hari banyak terlihat tongkang

Tindak Lanjut Pemancing Yang Tewas Diterjang Kapal Tongkang
TRIBUNJATENG/MAMDUKH ADI PRIYANTO
TERDAMPAR - Kapal tongkang yang terdampar di Pantai Alam Indah Kota Tegal jadi arena bermain anak- anak, Kamis 26 April 2018. Kapal-kapal tongkang tedorong angin kencang menghantam anjungan Pantai Alam Indah Tegal (25/4) 

TRIBUNJATENG.COM - Suharjo (50), satu pedagang di kawasan wisata PAI Kota Tegal menuturkan, setiap hari banyak terlihat tongkang dalam keadaan kosong atau tidak membawa muatan.

Menurut dia, tongkang-tongkang itu biasanya hendak memasuki sungai tambat untuk docking di galangan kapal.

"Sebelumnya ada beberapa tongkang yang juga terdampar. Tetapi, kali ini yang paling parah, karena tiga tongkang terdampar di areal wisata pantai. Seharusnya, tongkang parkir jangan terlalu dekat dengan pantai," ujarnya, Kamis (26/4).

Meski insiden tongkang terdampar hingga mengakibatkan korban jiwa itu akibat cuaca buruk, Suharjo berujar, seharusnya ada upaya agar tongkang tidak terdampar ke pantai untuk kesekian kali.

"Mereka biasanya mengantre untuk memperbaiki kapal di galangan kapal yang lokasinya tidak jauh dari pantai ini," tuturnya.

PT Pelindo III sebagai pengelola pelabuhan Tegal mengatakan pihaknya tidak bertanggung jawab atas insiden tersebut.

"Kami hanya sebagai operator. Untuk lalu lintas kapal atau penentuan titik lokasi parkir tongkang itu kewenangan KSOP (Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan) yang menjadi regulator," kata Manajer Pelayanan Terminal Tegal Pelindo III Cabang Tanjung Mas Semarang, Tri.

Ia membenarkan tongkang yang berhenti tidak jauh dari pantai itu hendak docking di galangan kapal. Tri menjelaskan, objek wisata PAI Tegal itu berlokasi di tanah Pelindo III, tetapi sudah dikontrak Pemkot Tegal hingga 2025.

Saat hendak dikonfirmasi, Kasubsi Penjagaan dan Pengamatan (Gamat) KSOP Tegal, Juwita, enggan memberikan keterangan. "Maaf, ibu tidak bisa menemui. Katanya sedang sibuk menemui tamu-tamu," ucap seorang staf KSOP Tegal.

Adapun, Kapolres Tegal Kota, AKBP Jon Wesly Arianto, melalui Kasat Reskrim, AKP Agustinus David, ketika ditanya mengenai kasus itu, mengungkapkan, pihaknya hanya menerima laporan.

"Saat ini, kami hanya menerima laporan dari Satpolair dan mem-backup-nya," ucapnya.

Menurut dia, untuk penyelidikan ataupun pemeriksaan pemilik tongkang akan dikoordinasikan dahulu dengan Satpolair. "Kami koordinasikan dulu soal penyelidikan," tuturnya. (*)

Penulis: mamdukh adi priyanto
Editor: Catur waskito Edy
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved