Padepokan Silat Gunung Talang yang Dulu Kondang akan Kembali Dihidupkan

Kota Semarang ternyata memiliki padepokan silat yang cukup masyhur pada tahun 90an. Ialah padepokan silat Gunung Talang.

Padepokan Silat Gunung Talang yang Dulu Kondang akan Kembali Dihidupkan
TRIBUNJATENG/RIVAL ALMANAF/IST
PENCAK SILAT - Sejumlah atlet pencak silat menampilkan jurus mereka dalam pelantikan Pengurus IPSI Kota Semarang periode 2018 - 2022 di Hotel Siliwangi Semarang, Minggu (29/4/2018). 

Laporan Reporter Tribun Jateng, Rival Almanaf

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Kota Semarang ternyata memiliki padepokan silat yang cukup masyhur pada tahun 90an. Ialah padepokan silat Gunung Talang.

Terletak di bukit Gunung Talang, kelurahan Bendan Dhuwur, padepokan ini sempat menjadi basecamp pencak silat pada tahun 1990-an.

Meski demikian selama kurun waktu 10 tahun terakhir dalam padepokan itu terlantar. Bangunannya rusak dan tidak ditinggali membuat kesan mistis lebih menonjol.

Kini, angin segar berembus, Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Kota Semarang berencana menghidupkan kembali.

Hal itu dipaparkan Ketua IPSI Kota Semarang Joko Santoso dalam press rilis seusai pelantikan Pengurus IPSI Kota Semarang periode 2018 - 2022 di Hotel Siliwangi Semarang, Minggu
(29/4/2018).

"Kami telah mengusulkan renovasi Padepokan Gunung Talang dan telah mendapat dukungan dari pemerintah kota. Rencananya akan kami jadikan basecamp kembali pada tahun ini," kata Joko Santoso.

Selain berfokus pada revitalisasi Padepokan Gunung Talang, Joko juga ingin pencaksilat menjadi sebuah olahraga pertunjukan yang bisa dinikmati banyak orang.

"Selama ini orang melihat pencak silat saat ada turnamen, olimpiade, kini kami ingin setiap Minggu ada perguruan yang melakukan demonstrasi jurus-jurus mereka di Car Free Day," tambahnya.

Ia menjelaskan di Kota Lunpia terdapat 33 perguruan silat. Para atlet pencak silat ini secara periodik mengikuti berbagai kejuaraan mulai dari tingkat pelajar, mahasiswa, hingga umum.

Namun, mereka belum pernah tampil hanya untuk menghibur masyarakat sekitar. Menurutnya dengan begitu pencak silat yang juga merupakan warisan budaya akan lebih di kenal. (*)

Penulis: rival al-manaf
Editor: iswidodo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved