Perguruan Tinggi Harus Tahu Paham Radikal yang Beredar di Kampusnya

Staf ahli Kapolri Irjen Gatot Eddy Pramono: Perguruan Tinggi Harus Tahu Paham Radikal yang Beredar di Kampusnya

Penulis: rival al manaf | Editor: iswidodo
tribunjateng/rival almanaf
Staf ahli Kapolri Irjen Gatot Eddy Pramono: Perguruan Tinggi Harus Tahu Paham Radikal yang Beredar di Kampusnya 

Laporan Reporter Tribun Jateng, Rival Almanaf

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Pernyataan Kepala BIN Jenderal Pol Budi Gunawan terkait persentase mahasiswa yang sudah terpapar radikalisme di Indonesia mendapat tanggapan dari staf ahli Kapolri Irjen Gatot Eddy Pramono.

Pria yang juga menjabat sebagai Kepala Satuan Tugas (Kasatgas) Nusantara itu memaparkan kini perguruan tinggi harus tahu posisinya.

"Jadi perguruan tinggi harus tahu apakah di tempatnya ada indikasi paham radikal berkembang. Jika ada, dilihat yang berkembang ini paham radikal yang mana? Ketika tahu kita cari langkah antisipasinya," ucap Gatot saat dijumpai Sabtu (29/4/2018).

Ia menjelaskan ada beberapa langkah yang bisa dipilih pihak kampus untuk meredam paham radikalisme yang berkembang. Jika paham radikal masih belum menjadi ideologi seorang mahasiswa maka upaya yang bisa dilakukan adalah kontra radikalisasi.

"Kontra radikalisasi ini seperti kita beri pencerahan kepada mereka yang rentan menjadikan paham radikal sebagai ideologinya, bisa dengan kegiatan diskusi, seminar semacam ini," ucapnya saat ditemui di Unwahas.

Sementara jika paham radikal sudah menjadi dasar pemikiran seseorang ia lebih memilih cara kontra ideologi untuk menggerusnya.

"Kontra ideologi itu misalnya seorang mahasiswa memahami sebuah ayat dan menafsirkan bahwa bom bunuh diri itu bagian dari jihad, nah itu kita lawan dengan mengundang kiai atau ulama untuk menyajikan tafsir ayat yang berlawanan, itu contohnya," beber Gatot.

Meski demikian, hal-hal tersebut tidak akan bisa tercapai tanpa koordinasi bersama. Pengawasan di wilayah kampus menurutnya merupakan tugas bersama.

"Di kampus kan ada dosennya, jika ada indikasi paham radikal berkembang itu harus koordinasi bersama dengan Kemenag agar tahu betul apakah benar paham radikal atau tidak, jika benar yang mana?" bebernya. (*)

Sumber: Tribun Jateng
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved