Breaking News:

Patung Buatan Kus Dihargai hingga Jutaan Rupiah, Kayu Bakar Pun Bisa Jadi Kerajinan Bernilai Tinggi

Sisa-sisa bongkahan kayu jati yang berukuran tak begitu besar biasanya hanya digunakan sebagai kayu bakar.

Penulis: Rifqi Gozali | Editor: Catur waskito Edy
rifqi gozali

TRIBUNJATENG.COM -- Kejelian Kusminarto dalam memanfaatkan peluang usaha patut mendapat apresiasi. Di tangan lelaki berusia 35 tahun itu, limbah kayu jati yang sedianya hanya digunakan sebagai kayu bakar bisa diubah menjadi barang dengan nilai seni tinggi.

Sisa-sisa bongkahan kayu jati yang berukuran tak begitu besar biasanya hanya digunakan sebagai kayu bakar. Bermula dari hal itu, Kus, sapaannya, memiliki ide brilian.

Keterampilannya mengukir dimanfaatkan untuk mengubah limbah kayu jati biasa menjadi luar biasa. Dia menatah, mengukir, hingga mengamplas kayu yang biasanya teronggok di dapur untuk dijadikan bahan bakar memasak.

Di tangan warga RT 03 RW 02 Desa Turirejo, Kecamatan Jepon, Blora itu limbah kayu jati bisa diubahnya menjadi beraneka ragam patung hewan, seperti patung ikan, burung, gajah.

Berbagai bentuk patung lain pun dibuatnya, mulai dari patung orang sampai naga pun dia lihai. Bahkan hampir mirip dengan aslinya.

“Paling rumit, membuat burung, karena harus detail dan teliti di bagian bulunya,” tutur Kus, Minggu (29/4).

Berbekal ilmu ukir yang dia miliki sejak 10 tahun lalu ketika bekerja di perusahaan Gembol Akar Jati, ia mencoba mengubah limpah potongan kayu jati menjadi sebuah patung-patung kecil.

Hasilnya, banyak pembeli yang berminat, sehingga aktivitas itu dijadikannya sebagai usaha baru di Desa Turirejo.

“Sebenarnya saya bergelut di dunia ukir sudah 10 tahun lalu. Tetapi karena banyaknya limbah kayu jati yang ada, saya mencoba membuat berbagai macam patung dari bahan baku itu,” jelasnya.

Kus menuturkan, limbah kayu jati memiliki harga cukup murah. Usahanya untuk meningkatkan nilai ekonomis pada limbah kayu jati rupanya cukup berhasil.

Di tangannya, hasil olahan limbah kayu jati berupa patung itu bisa dijual dengan harga mulai dari Rp 50 ribu hingga jutaan rupiah. Semuanya tergantung tingkat kerumitan pembuatannya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved