Bambang Sadono Minta Warga Terdampak Proyek Tol Semarang-Batang Rumuskan Harga yang Dituntut

Suparjo, warga Sumbersari mengatakan harga tanah dan bangunan yang ditentukan oleh tim appraisal jauh dari angka yang pantas

Bambang Sadono Minta Warga Terdampak Proyek Tol Semarang-Batang Rumuskan Harga yang Dituntut
Tribunjateng.com/Dhian Adi Putranto
Ketua kelompok DPD di MPR RI, Bambang Sadono mengunjungi para warga yang menginap di parkiran DPRD Kendal. 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Dhian Adi Putranto

TRIBUNJATENG.COM, KENDAL - Mengetahui banyaknya pemberitaan terkait warga  8 desa di Kendal menginap di parkiran DPRD Kendal, Ketua Kelompok DPD di MPR RI, Bambang Sadono menyayangkan aksi ekseskusi lahan.

Ia mengatakan dalam sebuah masalah tentunya ada cara untuk menyelesaikannya.

"Seharusnya ada dialog yang menjembatani permasalahan itu. Saya lihat eksekusi lahan yang menggunakan alat berat membuat hati saya miris. Hal itu membuat Indonesia tidak bisa menyelesaikan permasalahan," paparnya saat menengok warga 8 desa itu di parkiran DPRD, Selasa (1/5/2018) siang.

Pria usia 61 tahun mengatakan saat berdialog dengan para warga, mereka pun belum merumuskan harga yang mereka nilai pantas untuk dijadikan patokan. Jika belum ditentukan maka membuat aksi yang digelar oleh para warga menjadi semakin tak berujung

"Jika telah dirumuskan dan ditentukan maka hal itu bisa kami bantu rundingkan dengan pemeritahan. Jadi jangan minta harga yang pantas tanpa menyebutkan harga yang pantas berapa. Disisi lain pemerintah juga dikejar waktu untuk menyelesaikan proyek ini," terangnya

Suparjo, warga Sumbersari mengatakan harga tanah dan bangunan yang ditentukan oleh tim appraisal jauh dari angka yang pantas.

"Jika dihitung tiap meter persegi, harga dari tim appraisal untuk bangunan ditambah tanah sebesar 1,7 juta per meternya. Sedangkan saat ini untuk membangun sebuah rumah saja diperlukan dana sekitar 2-3 juta tiap meternya. Belum termasuk membeli tanah untuk dijadikan lokasi membangun rumah," jelasnya

Ia menambahkan bahwa para warga akan tetap menunggu hasil dari perundingan pihak DPRD Kendal ke pemerintahan pusat dan DPR RI terkait masalah yang dihadapi oleh pihaknya.

"Besok rencananya anggota dewan menuju ke Jakarta ditambah tujuh perwakilan dari kami," pungkasnya. (*)

Penulis: Dhian Adi Putranto
Editor: muslimah
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved