Liputan Khusus

Berpakaian Rapi, Penjahat Pura-pura Ketuk Pintu dan Bicara Sopan

Boby, seorang pelaku kejahatan di kawasan Semarang dan sekitarnya blak-blakan membuka rahasia ‘dapurnya’.

Berpakaian Rapi, Penjahat Pura-pura Ketuk Pintu dan Bicara Sopan
tribunjateng/dok
Tribun berhasil melakukan wawancara khusus dengan Boby, seorang pelaku kejahatan di kawasan Semarang dan sekitarnya. Boby pun blak-blakan membuka rahasia ‘dapurnya’. 

Boby bercerita, menurut pengalamannya orang Semarang jarang ada yang menyimpan uang tunai di rumah. Berbeda dengan orang yang tinggal di pinggiran kota.

Terhitung sudah 3 tahun ini ia bekerja sebagai pembobol rumah. Pertama kali dulu aksinya dilakukan di Surabaya menghasilkan uang Rp 4 juta. Satu dari 5 temannya yang sedang buron mengenalkan cara membobol rumah.

"Saya itu saya kerja sebagai pencuci motor di Surabaya. Lalu dikenalkan cara membobol rumah, merasakan mudahnya mendapat uang saya jadi ketagihan," katanya

Lokasi sasaran dilakukan secara acak. Setiap ada Perumahan dimasuki. Berangkat sejak pukul 09.00 pagi dan target 14.30 sudah selesai. Sore biasanya pemilik rumah sudah pulang.

Ia menyarankan jika ingin terhindar dari aksi pembobolan rumah maka si pemilik harus bersosialisasi dengan warga sekitar. Tujuannya untuk saling mengenal. Selain itu, jangan sampai meninggalkan uang tunai di rumah.

"Pakailah gembok kuning karena lebih susah dibobol. Gunakan CCTV sehingga pelaku mudah diusut," imbuhnya.

Sebelum menjalankan aksinya Bobby biasa mengkonsumsi pil Buto Ijo untuk meningkatkan mental. Di kalangannya profesi ini sering disebut dengan istilah Jaker.

"Kalau ada salah satu yang nggak mantep kerja maka berhenti. Aslinya berpikir ada rasa kasihan, tapi mau bagaimana lagi, saya butuh uang untuk hidup," imbuhnya. (tribunjateng/cetak/lipsus)

Editor: iswidodo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved