Sejumlah Saksi Akan Dihadirkan di PN Untuk Kasus Praperadilan Samsuyar

Sejumlah saksi dijadwalkan akan diperiksa terkait perkara yang menjerat terdakwa pemilik Pabrik Rokok (PR) Muncul Sejahtera, Samsuyar

Sejumlah Saksi Akan Dihadirkan di PN Untuk Kasus Praperadilan Samsuyar
tribunjateng/hesty
Ilustrasi sidang

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Hesty Imaniar

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Sejumlah saksi dijadwalkan akan diperiksa terkait perkara yang menjerat terdakwa pemilik Pabrik Rokok (PR) Muncul Sejahtera, Samsuyar bin Senan, dengan Pelayanan Bea dan Cukai Semarang, atas kasus kepemilikian rokok tanpa cukai, dalam sidang di Pengadilan Negeri (PN) Semarang, pada Rabu (2/5/2018).

"Kamis lalu, dakwaan jaksa, dan Rabu besok mulai pemeriksaan saksi dari penyidik Bea Cukai. Kami tidak akan ajukan keberatan atau eksepsi atas dakwaan jaksa," kata Kuasa Hukum Samsuyar, Muhammad Sholeh dan Muhammad Saiful, Selasa (1/5/2018).

Pihaknya juga menilai perbuatan penyidik Bea Cukai sangat gegabah dalam melakukan pemeriksaan perkara tersebut, termasuk tahapan pemeriksaan diwajibkan di dalam Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP). 

"Penyidik tidak bisa membedakan tertangkap tangan dengan perkara yang berdasarkan temuan, hal ini bisa dilihat dari surat penyidikan yang dikeluarkan pada 2 Februari 2018 sementara penangkapan terhadap Pardi pada 6 Februari 2018,"  jelasnya.

Bahkan, ia menegaskan, bahwa penahanan kepasa Samsuyar, berdasarkan Surat Perintah Penahanan Nomor Sprint Han-01/WBC.10/KPP.MP.07/PPNS/ 2018 pada 9 Februari 2018, atas nama Samsuyar  yang dikeluarkanoleh Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kantor Wilayah Jawa Tengah-DI Yogyakarta dan Surat Perpanjangan Penahanan dari Kepala Kejari Semarang Nomor  PRINT-01/0.3.10/Fd.2/02/2018 pada 27 Februari 2018, adalah tidak sah.

Sementara itu, dalam dakwaanya, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Kota Semarang, Steven Lazarus, mendakwa terdakwa Samsuyar selaku pemilik PR Muncul Sejahtera bersama dengan Muhamad Anas (DPO) pada 2 Februari 2018 sekira pukul 16.00 WIB, petugas Bea Cukai memperoleh informasi adanya pengiriman barang kena cukai berupa hasil tembakau, yang diduga kuat melanggar dibidang cukai.

Tidak hanya itu, Steven, petugas Bea dan Cukai Semarang juga melakukan pencegahan dan pemeriksaan terhadap truk tersebut di Jalan Pantura Semarang-Kendal masuk ke Kawasan Industri Wijayakusuma Kota Semarang.

Kemudian, setelah diketahui truk dengan sopir Supardi, akhirnya setelah diperiksa ditemukan barang kena cukai berupa hasil tembakau/rokok yakni, 9 karton @800 bungkus @20 batang barang kena cukai skm merk “Maxx Exclusive”, 24 karton @800 bungkus @20 batang barang kena cukai skm merk “Maxx Smooth Blend Tobacco” dan 13 karton @800 bungkus @20 batang barang kena cukai skm merk “R3”.

"Berdasarkan pengujian pita cukai yang dilakukan oleh Tim Identifikasi Keaslian Pita Cukai Konsorsium Penyedia Pita Cukai diketahui barang-barang tersebut menggunakan pita cukai pemakaian lebih dari 1 kali atau pita cukai bekas," bebernya.

Sedangkan untuk penyediaan material dalam produksi 46 karton rokok adalah bahwa terdakwa menyediakan filter, kertas CTP dan bobin untuk proses penjahitan Muhamad Anas, yang menyediakan tembakau, kertas etiket, grenjeng, kertas aluminium foil, lidah, plastik UPP, pita cukai, dan karton serta bagor

"Sejak akhir November 2017 Muhamad Anas mulai menjahitkan tembakau kepada terdakwa untuk diproduksi menjadi rokok reguler dengan tarif Rp 31ribu per kilogram," ujarnya.

Atas perbuatan terdakwa tersebut, Steven, menjerat terdakwa Samsuyar dengan pidana bersalah dalam Pasal Pasal 54 Undang-Undang Nomor 11 Tahun 1995 tentang Cukai sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 39 Tahun 2007 junto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

"Dakwaan kedua Pasal Pasal 55 huruf c Undang-Undang Nomor 11 Tahun 1995 tentang Cukai sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang No. 39 Tahun 2007 junto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP," pungkasnya.(*)

Penulis: hesty imaniar
Editor: Catur waskito Edy
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved