Supriyadi Menilai Banjir Rob dan Kemacetan Masih Jadi Momok di HUT ke-471 Kota Semarang

Meski demikian, diakuinya telah ada transformasi pembangunan menjadi sebuah kota metropolitan

Supriyadi Menilai Banjir Rob dan Kemacetan Masih Jadi Momok di HUT ke-471 Kota Semarang
TRIBUNJATENG/DANIEL ARI PURNOMO
Banjir di Jalan Kaligawe Semarang 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, M Zainal Arifin

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Di usianya ke-471, sejumlah persoalan masih dirasakan warga Kota Semarang. Ketua DPRD Kota Semarang, Supriyadi, menyebutkan, pekerjaan rumah Pemerintah Kota Semarang di bawah kepemimpinan Hendrar Prihadi dan Hevearita Gunaryanti Rahayu, masih banyak.

Supriyadi mengatakan, masalah yang belum terselesaikan hingga kini yaitu banjir rob di wilayah pesisir. Karena itu, Supriyadi meminta Pemerintah Kota Semarang segera menyelesaikan persoalan tersebut agar pengentasan banjir di wilayah pesisir bisa tuntas.

“Diusianya ke 471, Kota Semarang masih terus di hantui masalah klasik, yakni Banjir rob diwilayah pesisir. Persoalan banjir dan rob masih menjadi momok yang menghantui warga Semarang khususnya yang tinggal diwilayah pesisir," katanya, Rabu (2/5/2018).

Meski demikian, diakuinya telah ada transformasi pembangunan menjadi sebuah kota metropolitan. Hal itu terlihat dari perbaikan sejumlah infrastruktur jalan maupun sarana dan prasarana umum yang terus dikebut oleh Pemerintah Kota Semarang.

"Perlu adanya sinergitas yang baik antara Pemerintah Kota dengan semua pihak termasuk masyarakat dalam rangka penuntasan rob dan banjir," paparnya.

Selain persoalan rob dan banjir, tambahnya, persoalan lain yang masih terjadi yaitu kemacetan. Menurut Supriyadi, masalah itu juga harus segera ditangani jika ingin Kota Semarang tetap memiliki daya magnet bagi para wisatawan.

Sementara itu, Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi, menyampaikan pentingnya bergerak bersama dalam pembangunan Kota Semarang menuju yang lebih baik. Peran serta masyarakat dan pihak swasta dalam memajukan Ibukota Jawa Tengah ini mesti dilakukan secara bersama dengan program yang dicanangkan.

"Kita bekerja, sekolah dan hidup di kota Semarang sudah sepantasnya kita juga ikut memikirkan perkembangan kota ini. Mari bergerak bersama untuk Semarang Hebat," katanya. (*)

Penulis: m zaenal arifin
Editor: muslimah
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved