Berangkat Haji Bersepeda, Khudori dan Nurrudin Asal Kebumen sudah Sampai Mana?

Kisah mengenai dua calon jemaah haji asal Kebumen, Khudori dan Nurrudin yang bersepeda ke tanah suci menyita perhatian publik.

Berangkat Haji Bersepeda, Khudori dan Nurrudin Asal Kebumen sudah Sampai Mana?
tribunjogja
Kisah mengenai dua calon jemaah haji asal Kebumen, Khudori dan Nurrudin yang bersepeda (ngontel) ke tanah suci menyita perhatian publik. 

Laporan Wartawan Tribun Jateng Khoirul Muzakki

TRIBUNJATENG COM, CILACAP - Kisah mengenai dua calon jemaah haji asal Kebumen, Khudori dan Nurrudin yang bersepeda (ngontel) ke tanah suci menyita perhatian publik.

Bagaimana tidak, di era kecanggihan transportasi saat ini, masih ada orang yang memilih bersepeda untuk melintasi banyak negara demi menunaikan rukun Islam ke lima itu.

Mereka ternyata tak berangkat hanya berbekal nekat. Keduanya sudah merencanakan betul perjalanannya ke tanah suci.

Jauh sebelum ini, mereka rela bolak balik Kebumen-Cilacap untuk mengurus kelengkapan dokumen keimigrasian.

Dua pria itu dipastikan telah memegang paspor yang dikeluarkan kantor imigrasi Cilacap, Desember 2017 lalu.

"Sudah lengkap, paspor sudah dikeluarkan kantor Imigrasi Cilacap," kata Ade septiany, Kepala sub seksi komunikasi keimigrasian Kantor Imigrasi Cilacap, Kamis (3/5).

Tetapi pihaknya tidak mengetahui jika Dori dan Nur akan berangkat haji dengan mengayuh sepeda dan melintasi banyak negara.

Waktu pengurusan paspor, keduanya hanya menyampaikan akan pergi melaksanakan haji ke Arab Saudi. Mereka tidak menyebut kapan berangkat, termasuk cara keduanya mencapai negara tersebut.

Ade tak mengetahui apakah kedua calon jamaah haji itu memahami regulasi masing-masing negara yang akan disinggahi terkait pemberlakuan visa bagi warga asing.

Baca: Viral, 2 Warga Kebumen Bersepeda ke Mekkah, Berikut Jalurnya dari Jawa hingga Arab

Menurut Ade, sejumlah negara, terutama di ASEAN yang telah menjalin hubungan bilateral dengan Indonesia bebas dikunjungi tanpa memerlukan visa.

Tetapi ada pula negara yang belum menjalin kerjasama dengan Indonesia masih memberlakukan kewajiban visa bagi pengunjung warga asing.

Pihaknya pun menyarankan kepada dua pria itu mencari informasi, apakah negara yang akan dikunjungi memberlakukan kebijakan bebas visa atau tidak. Mereka bisa mengurus visa di kedutaan negara tujuan sehingga perjalanan keduanya tidak menuai masalah.

"Risikonya kalau dokumen tidak lengkap, mereka tidak bisa masuk ke negara itu. Tapi kita kan gak tahu mereka melalui jalur atau negara mana," katanya (*)

Penulis: khoirul muzaki
Editor: iswidodo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved