Breaking News:

Sastrawan Sunda dan Jawa Gelar Dialog di Yogya

Alex Luthfi selaku pribumi, pertemuan kedua pengarang dari dua bahasa, Jawa dan Sunda, boleh dibilang langka.

Penulis: cecep burdansyah | Editor: iswidodo
tribunjateng/cetak/grafis bram kusuma
Cecep Burdansyah wartawan Tribun Jateng, yang juga Ketua Paguyuban Panglawungan Sastra Sunda 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Para penulis Sastra Sunda dan Jawa akan melakukan pertemuan di Saung Banon Arts Yogyakarta, Sabtu (5/5) pukul 09.00 - 13.00.

Kedua penulis dari dua bahasa etnik itu akan berdiskusi mengenai perkembangan sastra daerah, terutama sastra Sunda dan Jawa.

Para pengarang Sunda yang datang dari tatar Pasundan dikoordinir oleh Paguyuban Panglawungan Sastra Sunda (PP-SS), sebuah wadah dan wahana ekspresi para penulis Sastra Sunda dan pegiat sastra Sunda yang dipimpin Cecep Burdansyah.

Para pengarang Sunda yang akan hadir dan mementaskan kepiawaiannya dalam membaca sajak dan cerita pendek sebanyak 15 orang.

Menurut pemilik Saung Banon Arts Yogyagarta, Alex Luthfi selaku pribumi, pertemuan kedua pengarang dari dua bahasa, Jawa dan Sunda, boleh dibilang langka.

Melihat potensi sastra dari kedua bahasa ini yang cukup menonjol dan hidup di wilayah kulturnya masing-masing, Saung Banon yang berada di Yogyakarta menganggap perlu adanya dialog sastra antara pengarang Sunda dan Jawa, untuk memunculkan daya kreatifitas yang lebih besar serta memupuk semangat kebersamaan.

Ketua PP-SS Cecep Burdansyah menyambut baik ajakan dari Saung Banon Arts Yogyakarta.

Untuk menyemarakkan dialog tersebut, PP-SS menghadirkan para pengarang yang sudah cukup ternama dalam jagat kesusastraan Sunda.

Menurut rencana, sastrawan Ajip Rosidi pun jika tidak berhalangan ingin menghadiri acara tersebut, karena kebetulan saat ini tengah berada di rumahnya di Magelang.

Dalam dialog tersebut, akan ditampilkan pembacaan sajak oleh sastrawan Sunda yang cukup terkenal, antara lain Godi Suwarna, Nazarudin Azhar, Chye Retty Isnendez, Miftahul Malil, Apip Catrik.

Sementara pembacaan cerita pendek akan menampilkan pengarang yang juga sudah tidak asing, yaitu Darpan dan Risnawati. Kemudian monolog akan disampaikan oleh aktris yang sarat dalam pengalaman akting, yaitu Nena Cunara dari Yogyakarta.

Tak lupa, dongeng sebagai khasanah kekayaan sastra Sunda juga akan disampaikan oleh penyair Helin Syamsuri yang sudah malang melintang dalam dunia dongeng dan cerita anak.

Sementara itu diskusi antara lain membahas perkembangan Sastra Sunda dan hadiah Sastra Rancage, dengan nara sumber Lugiena De, digitalisasi Sastra Sunda oleh Dadan Sutisna, Ekranisasi Film Sunda oleh Budi Mugia Rassptadi dan Telaah Sastra Sunda dari seorang sastrawan Jawa Imam Budi Sanroso.

Dialog ini akan dihadiri oleh para seniman dan para pegiat sastra Jawa di Yogyakarta, antara lain sastrawan Joni Ariadinata serta para pengarang lainnya.

Menurut Cecep, diharapkan dari pertemuan ini muncul karya-karya baru baik dalam Sastra Sunda maupun Sastra Jawa, dan para pengarang yang menulis dalam bahasa daerah diharapkan lebih banyak bertemu untuk saling mengasah kreativitas. (tribunjateng/cep)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved